oleh

Didit: Proses Hukum!, Erzaldi: Tidak Ada Kata Damai

Dia menambahkan, atas kejadian itu kedepan untuk setiap operasi penertiban akan selalu menuruti SOP dan koordinasi sebagaimana arusnya. Sementara itu, disinggung mengenai ketidakterlibatan anggota TNI-Polri yang ada di Kabupaten Belitung. Kasatpol PP Provinsi Kepulauan Babel, Yamoa’a Harefa mengatakan baru ada niatan ingin memberitahukan, namun belum sempat tersampaikan.

“Suratnya sudah dibuat (untuk Polres dan Kodim 0414/Belitung) namun belum dikirim. Sedangkan untuk desa setempat tidak diberi tahu karena kami takut bocor,” kata Yamoa kepada Belitong Ekspres di Kantor Camat Sijuk.

Loading...

Massa Penambang Bertindak Anarkis
Sebelumnya, puluhan orang yang diduga penambang di kawasan HLP Tanjung Siantu Kecamatan Sijuk mengamuk memecahkan kaca-kaca mobil tim operasi Satpol PP Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sabtu (2/11) siang. Mereka tidak terima, peralatan tambang rajuk mereka dibongkar dan dirusak petugas Gabungan Satpol PP Babel.

Beberapa saat kemudian, massa yang diperkirakan lebih dari 50 orang, mulai menyerang personil Satpol PP yang masih kelelahan usai mengangkat peralatan tambang dari dalam mangrove. Akibatnya, puluhan petugas sempat kocar kacir berlarian di antara hutan mangrove.

Massa sempat melampiaskan kemarahannya pada Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, yang ikut serta dalam rombongan tim penertiban tambang rajuk. Dengan nada makian, Wagub sulit memberikan penjelasan kepada massa yang sudah emosi. Di saat Wagub mencoba bernegosiasi dengan massa, justru sebagian lainnya kembali menyerang dengan memukul petugas Satpol PP dengan potongan kayu dan mengacungkan parang.

Komentar

BERITA LAINNYA