oleh

Didit: Proses Hukum!, Erzaldi: Tidak Ada Kata Damai

Sedangkan untuk aktivitas penambangan kawasan tersebut, Kapolres Belitung mengatakan akan tetap menutupnya mengingat perundang-undangan yang berlaku. “Yang namanya kawasan (HLP) ya akan kita tutup. Namun pemerintah harus mengakomodir di mana sebetulnya masyarakat bisa menambang. Ada legalitasnya. Kalau memang ditentukan undang-undang tidak boleh ya tetap tidak boleh,” tandasnya.

Tanggapan Wakil Gubernur Babel
Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fattah mengatakan, penertiban TI Rajuk di Sungai Sengkelik, Sijuk, Belitung berawal dari informasi masyarakat tentang adanya aktifitas TI rajuk ilegal di kawasan itu. Yang setelah di-crosscheck ternyata masuk kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP).

Loading...

“Berdasarkan hal tersebut, kemudian kami lakukan pengamatan langsung. Kami melaksanakan tugas ini dalam rangka penertiban, apabila kami tidak melakukan itu berarti kami tidak menindaklanjuti laporan-laporan dari masyarakat,” ujar Wagub saat Konferensi Pers di Kantor Camat Sijuk, Sabtu (2/11).

Akan tetapi, lanjut Wagub, pada saat pelaksanaannya terjadi hal-hal yang tidak inginkan dan situasi sudah tidak terkendali. Ditegaskan Wabgub, intinya mereka bergerak lantaran ada laporan dari masyarakat. Menurutnya, secara aturan kawasan HLP tidak bisa dilakukan kegiatan penambangan dalam artian kegiatannya ilegal. “Jadi mengapa kami di sini itu, sudah sesuai dengan ritme peraturan perundangan,” katanya.

Selain itu kata Fatah, sebagai orang nomor dua di Babel, sebelumnya merasa yakin akan pengamanan yang dilakukan petugas gabungan terhadap dirinya. “Yang meyakinkan saya, bahwa saya membawa pasukan keamanan dalam dari Pemerintah Provinsi Babel. Jadi saya rasa dengan kekuatan itu sudah cukup, tapi faktanya kok meleset,” ujarnya.

Komentar

BERITA LAINNYA