oleh

Didit: Proses Hukum!, Erzaldi: Tidak Ada Kata Damai

Meskipun demikian, para penambang serta anggota Satpol PP Babel tetap dimintai keterangan untuk mengisi dokumen hukum atas peristiwa tersebut. Sebab, dari pihak kepolisian perlu administrasi, jangan sampai disalahkan jika terjadinya perdamaian tanpa adanya administrasi. “Dalam artian kebijakan yang kami ambil ini akan kami pertanggungjawaban di mata hukum,” tegas Kapolres Belitung.

AKBP Yudhis menegaskan, dalam hal ini bahwa jajaran TNI Polri mengutamakan ketertiban dan menciptakan situasi kamtibmas di Kabupaten Belitung tetap aman dan damai, sebagai daerah destinasi pariwisata.

Loading...

Kejadian ini kata dia mengakibatkan kerugian dari kedua belah pihak. Baik dari masyarakat yaitu peralatan mesin robin dan lain-lain, ada yang dibakar oleh petugas gabungan yang melakukan penertiban. Dan Satpol PP-nya ada mengalami kerusakan delapan unit kendaraan, serta tujuh orang yang mendapatkan perawatan. “Kerugiannya ditanggung masing-masing kedua belah pihak,” sebutnya.

AKBP Yudhis menjelaskan, dugaan pemantik kericuhan yang terjadi pada saat penertiban TI Rajuk di Sungai Sengkelik, Kecamatan Sijuk. Menurutnya, itu berawal dari adanya petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Kehutanan, BLHD Provinsi Babel yang membakar berbagai peralatan kerja dari para penambang.

“Menurut keterangan dari masyarakat secara lisan, terdapat peralatan se seperti mesin robin dan lainnya yang dibakar serta diamankan petugas gabungan Satpol PP. Sehingga memicu emosi, dan masyarakat melakukan anarkis dan melakukan perlawanan terhadap petugas,” tukasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA