oleh

DEWA 19 (Chapter 4): Terbaik, dan Terbaik

SETELAH mendengarkan materi album ketiga yang secara musikal lebih kuat dari album pertama, PT. Aquarius semakin yakin bahwa Dewa19 merupakan sekelompok musisi yang yang diberi anugerah Tuhan dalam kemampuan mencipta karya seni. Album itu sangat kuat dalam konsep, seperti bisa disimak dalam eksperimen sound drum lagu Terbaik Terbaik yang sekaligus dijadikan judul album.

—————————–

Loading...

TEMANYA sendiri belum beranjak dari urusan cinta dengan segala bentuk kekenesannya. Simak saja judul2 yang mereka siapkan: Satu Hati (Kita Semestinya), Cinta ‘kan Membawamu Kembali atau Jalan Kita Masih Panjang.

“Seperti dalam Format Masa Depan, sektor penyanyi latar tetap mendapat perhatian serius, hanya saja kini terjadi pergantian personel. Nama Nita Tilana atau Netta tidak tercantum lagi. Sebagai gantinya muncul Reza (Satu Hati) Mitha Sardi (Terbaik Terbaik) yang sekarang lebih dikenal dengan nama Shelomita, dan Lilo (Cukup Siti Nurbaya). Rere, sementara itu,mengisi drum untuk keseluruhan lagu.

Ketika diluncurkan pada 1995. album ketiga yang diberi judul Terbaik Terbaik ini langsung melesat laksana meteor, terutama setelah video klip Cukup Siti Nurbaya secara gencar di tayangkan berbagai stasiun televisi. Dalam tempo yang tidak terlalu lama, menyusul klip Satu Hati (Kita Semestinya),dan Cinta ‘Kan Membawamu Kembali. Album ini mencapai penjualan tertinggi,mencapai angka 500.000 keping.”

Jika konsep Format Masa Depan memperlihatkan alur bermusik yang jelas, maka Terbaik Terbaik lebih menunjukkan kelas Dewa19 sebagai ikon baru musik pop Indonesia. Lirik percintaan yang sanggup membuat para cewek menggelepar-gelepar , serta keindahan notasi yang selalu terjaga, memaksa grup sejenisnya untuk menyisihkan jalan bagi langkah mereka. Dewa19 adalah contoh grup yang berhasil memadukan idealisme dengan komersialisme.

Komentar

BERITA LAINNYA