oleh

Detik-detik Penyergapan Sindikat Sabu di Basel

*Kapolres Mewanti ‘Operasi Senyap’

SENIN malam itu (20/8), Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono membriefing perwira bawahanya dan mewanti-wanti agar ‘operasi senyap’ itu tidak bocor. Malam itu akan menjadi pertaruhan kerja keras tim selama 3 bulan terakhir yang mengumpulkan informasi dan data.

Loading...

———————-

DALAM keheningan, bergerak senyap menerobos malam menuju sasaran. Seperti suasana dini hari umumnya, sebuah perkampungan tanpa ada aktivitas warga yang mencolok. Tim beranggotakan sekitar 21 orang sudah berada di lokasi TKP Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Simpang Rimba.

BACA: Timgab Polres Basel Sikat Sindikat Pengedar Narkotika Sabu & Inex

Target sebuah rumah dini hari sudah berada di depan mata. Menjelang subuh, tim kecil petugas yang sudah dilengkapi dengan rompi anti peluru dan senjata lengkap telah menyebar. Tepat usai azan subuh penggerbekan berlangsung. Sontak salah satu target, Peri bin Rusli yang sedang buang hajat di kamar mandi panik bukan kepalang. Dia nekad kabur, namun petugas lebih sigap hingga akhirnya pria 43 tahun asal Selapan OKI,Sumatera Selatan dilumpuhkan dengan timah panas.

BACA: Sikat Sindikat Narkotika, Timgab Polres Basel Dapat Penghargaan Dari Kapolda Babel

Penggerebekan subuh hingga menjelang siang itu terbilang sukses. Disita lebih dari 2 kilogram sabu atau 26 paket seberat 201,86 gram. Sebanyak 1.021 butir ekstasi. Dan lebih seramnya lagi 4 senjata api jenis pistol serta 96 butir amunisi berhasil ditemukan. Serta 2 orang pria berumur 40-an tahun lainya yang juga sama asal Selapan turut digiring ke Mapolres yakni Lisar als Gogong bin Solan dan Biran Ferry als Peri.

BACA: Ini Pengakuan Ketiga Sindikat Pengedar Sabu & Ekstasi

“Tentu tidak sekedar pola intelijen ataupun penyamaran semata, tetapi kerjasama tim. Kita saling memberi kepercayaan antara satu sama lainya, namun dalam pengawasan yang ketat,” buka Aris saat berbincang dengan harian ini usai ekspos di Mapolda Bangka Belitung, pagi kemarin.

Keberhasilan ini dikatakan pria asli Semarang kelahiran 1975 murni kerja keras jajaran internalnya. Pengungkapan ini telah berlangsung sistematis sedari awal hingga pencapaianya (goal). “Saat penggerebekan pun tidak ada anggota sampai alami insiden walau medannya terbilang berbahaya. Apalagi yang dihadapi ini adalah bandar dengan senjata api,” ungkapnya.

Komentar

BERITA LAINNYA