oleh

Dari Tandu Sampai ke Oto Pownis (Bagian Kelima/Habis)

Mobil atau Oto Pownis merupakan sarana transportasi yang menghubungkan Pangkalpinang dan Sungailiat (Pinkong-Liatkong), hal ini sangat memungkinkan karena kondisi jalan dan jembatan yang cukup memadai pada waktu itu dari distrik Pangkalpinang menuju distrik Sungailiat.

Pemerintah Hindia Belanda untuk memperlancar transportasi dari distrik Pangkalpinang ke distrik Merawang yang baru dibentuk dan selanjutnya menuju distrik Sungailiat, sesuai ketentuan dalam pasal 30 Lembaran Negara 1831, Nomor 62, mulai membangun jalan baru dari Baturusa ke distrik Pangkalpinang, yang jaraknya lebih diperpendek sekitar 43 paal dan diselesaikan pada Tahun 1851. Pemerintah Hindia Belanda juga membangun jalan-jalan setapak untuk mempermudah transportasi antar kampung yang ada di distrik Pangkalpinang dan Sungailiat.

Loading...

Sementara itu untuk melayani rute yang lain antar distrik di pulau Bangka terdapat beberapa jenis mobil atau Oto dengan jenis yang sama seperti POWNIS yaitu PO GOBU (Persatuan Oto Gabungan Oto Bangka Utara) yang melayani trayek atau rute sampai ke distrik Belinyu, kemudian ada juga mobil jenis yang agak berbeda dengan ukuran badan mobil yang lebih besar dari POWNIS karena menggunakan mesin merek Chevrolet C-50 dengan ciri khas badan mobil di cat dengan warna hijau, dengan garis berwarna putih dan merah yaitu, PO Sabang Jaya dan PO Bintang Selatan.

Mobil atau oto ini melayani trayek distrik Toboali ke Pangkalpinang dengan rute pulang pergi. Sedangkan untuk rute atau trayek menuju distrik Mentok biasanya masyarakat dilayani dengan mobil sejenis POWNIS yaitu mobil atau oto PO Putri Tanjung.

Pada era Tahun 1970, 1980, 1990 beroperasi sekitar 53 unit mobil atau oto Pownis. Mobil Pownis tersebut mengantri penumpang di terminal Pangkalpinang dan terminal Sungailiat sesuai dengan nomor lambungnya. Mobil tidak hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di terminal, tetapi penumpang dapat naik dan turun di jalan dan kampung sepanjang rute Pangkalpinang-Sungailiat sesuai dengan kebutuhan penumpang, bahkan mobil sering disewa untuk pergi ke pantai atau kegiatan massal lainnya.

Seiring dengan masuknya mobil-mobil penumpang ukuran minibus seperti L-300, mobil Pownispun berangsur-angsur tersisihkan, sampai Tahun 2000 mobil Pownis masih beroperasi dan pada Tahun 2012 masih beroperasi sekitar 7 unit, setelah itu kemudian menghilang. Saat ini Dua unit mobil atau Oto Pownis dijadikan kendaraan wisata keliling Kota Pangkalpinang oleh Museum Timah Indonesia Pangkalpinang, yang melayani rute destinasi wisata sejarah di Kota Pangkalpinang secara gratis.(***/habis)

Komentar

BERITA LAINNYA