oleh

“Dari Seperadik untuk Seperadik”

*Pekan ke-15 GJS Umah Ubi Atok Kulop
*M Riza Pahlevi: Kegiatan ini menginspirasi banyak orang…..
*Bambang Patijaya: Sederhana, konsisten dan membumi….

SEPERADIK, begitulah tutur kata dan tutur sapa masyarakat Bangka yang bermakna saudara/keluarga/kerabat. Kalimat “seperadik” ini ternyata tidak sekedar kalimat tutur, namun oleh penulis buku sekaligus pemerhati sosial Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan, mengaplikasikannya ke dalam wujud nyata, yakni melakukan kegiatan sosial yang rutin berbagi 500 paket nasi kotak setiap menjelang sholat Jum’at dalam wadah yang ia bentuk bernama GJS (Gerakan Jum’at Sedekah) bersama UMAH UBI ATOK KULOP dengan latarbelakang “berbagi dari seperadik untuk seperadik”.
————

Loading...

GJS yang sudah berjalan hingga Pekan ke 15 ini sudah mendistribusikan ribuan nasi kotak di seputaran Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah. Dari ide sederhana ini, ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa ditengah masyarakat. Banyak tokoh mengapresiasi, berbagai kalangan dari anak kecil hingga pejabat turut menjadi penyumbang paket nasi kotak yang didistribusikan oleh Team GJS UMAH UBI ATOK KULOP. “Nasi kotak hanyalah wasilah silaturrahim saja, sedangkan targetnya adalah kebersamaan dan kepedulian guna mewujudkan tindakan nyata dari kalimat seperadik yang selama ini sering kita omongkan” ungkap putra Desa Kemuja ini.

Patut diapresiasi, walaupun gerakan sosial ini diinisiasi oleh café/resto UMAH UBI ATOK KULOP, namun ternyata seluruh paket nasi kotak dibuat oleh ibu-ibu di Kampung Opas Pangkalpinang. “Alhamdulillah, setiap hari Kamis dan Jum’at pagi, ibu-ibu di Kampung Opas Pangkalpinang pun sudah sibuk bikin nasi kotak GJS ini. Kita berbagi kesibukan yang insya Allah membawa berkah” ungkap Ahdori, koordinator penyiapan paket nasi kotak.

Komentar

BERITA LAINNYA