‘Uji Nyali’ Buat Ketua?

PDI Perjuangan memang terus menuai kejayaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini. Bahkan tahun ini di bawah Kepemimpinan Didit Srigusjaya, semua

1 Musuh Kebanyakan, 1000 Teman, Kurang!

INGAT! Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, bukanlah raja. Mereka dipilih. Mereka menang dalam pemilihan, karena mereka punya banyak teman, bukan banyak lawan. Dan ingat,


‘Uji Nyali’ di Pilkada?

KEPUTUSAN Mahkamah Konstitusi yang memutuskan bahwa anggota DPR, DPD, dan DPRD yang mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) harus mengundurkan diri terhitung sejak

Maafin Ya Tuhan, Anakku Politisi?

‘ANGGOTA Dewan yang Terhormat’. Predikat itu melekat, meski semakin banyak saja tindakan ‘oknum’ tepatnya ‘para oknum’ di lembaga itu banyak yang ‘Sangat

Memilih Singgasana..

TSUNAMI politik dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan anggota DPRD mundur jika mau mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah,

Pak, Mau Dibawa Kemana Lada ini?

“JANGAN rindu, itu berat. Biar aku saja…” Oleh: Syahril Sahidir  – CEO Babel Pos Grup — RAKYAT dikumpulkan, diceramahi, dijelaskan program ini

RZWP3K, Apa itu Anakku?

ADALAH fakta yang tak dapat disangkal, hingga saat ini perekonomian Povinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak bisa –atau dengan bahasa sedikit lebih

Teman yang Baik adalah Musuhmu?

”BANG, saya mau maju dan menang. Gimana caranya?” ”Kalau saya tahu, saya takkan kasih tahu kamu, karena saya akan maju sendiri… ha

Yang Penting adalah Usaha untuk Menang!

“MENANG bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah usaha untuk menang.” (Zig Ziglar– Motivator AS). —————- MERDEKA! Khusus dalam kehidupan politik, pasca reformasi setelah

Ada Pergeseran Selera Rakyat?

PEMILU demi Pemilu, Pilkada demi Pilkada, tentu membuat rakyat negeri ini kian berpengalaman menghadapinya dan menentukan Pemimpinnya. Rakyat tentu tak sebodoh dulu

Kembalinya Mega-Pro?!

MEGA-Prabowo (Mega-Pro) bertemu di kediaman Ketum PDIP itu, tepatnya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat itu, Rabu (24/7) Lalu. Pertemuan dilakukan

Damai, Tetap Kritis

KETIKA melihat Jokowi dan Prabowo bertemu lalu berpelukan, reaksi positif dan negatif bermunculan. Lalu, sebaiknya bagaimana? Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel