oleh

Catatan Perjalanan Ketika Corona Merebak : Waspada Iya, Menghukum Jangan

Oleh: Syahril Sahidir
CEO Babel Pos Grup

DUA kasus mencuat di Bangka Belitung (Babel) dengan dugaan warga suspect corona. Kontan menghebohkan, sekaligus mencemaskan. Terlebih lagi, Dunia banyak meragukan Indonesia bebas Corona.


Loading...

——————

MAKLUM, semua negara tetangga –besar kecil– sudah ada yang terjangkit. Sementara, Indonesia dengan negara besar kepulauan dan penduduk yang terbesar pula serta banyak pula Bandara Internasionalnya, kok tidak terjangkit?

Logikanya –dan begitu semestinya serta demikian etikanya–, dunia mengagumi Indonesia yang bisa lepas dari virus yang menghebohkan sekaligus bisa mematikan itu. Faktanya, malah banyak yang meragukan Indonesia.

”Yah, jangan-jangan Indonesia ni… gini-gini….”

Apakah Indonesia menyembunyikan atau kurang terbuka?

Adalah tidak mungkin hal ini disembunyikan. Karena pasien yang terbukti terjangkit, maka rekam jejak perjalanannya harus ditelusuri, kemana saja, sudah bertemu siapa saja, lalu dia bagaimana hingga mengapa dan De el el.

Mengapa kadang warga berlebihan khawatirnya ketika ada berita:

”Ada Warga Suspect Corona.”

Sebenarnya kata-kata ‘suspect’ ini mirip-mirip dengan ‘tersangka’. Intinya, orang yang sudah ‘suspect’ atau yang berstatus ‘tersangka’ itu ‘belum tentu’. ‘Belum tentu terjangkit’, ‘belum tentu bersalah’. Hanya persoalannya, status yang sudah disematkan itu membuat sang ‘suspect’ atau sang ‘tersangka’ seolah sudah ‘terjangkit’ atau sudah ‘bersalah’.

***

UNTUK yang terjadi di Babel, ternyata keduanya ‘negatif’.
Sebelum pihak medis menyatakan ‘negatif’, penulis kepada beberapa teman termasuk kalangan wartawan yang ada di Babel Pos Grup, penulis menyatakan keyakinan penulis, akan ‘negatif’. Karena khusus pasien NJ, terlihat dari pernyataan pihak RSUP soal beberapa penyakit yang memang dideritanya. Sementara, pasien yang dirawat di salah satu RS Swasta di Babel itu ternyata baru pulang umroh. Hanya ini penulis kemukakan ke kalangan penulis sendiri, mengingat ini urusan medis. Tapi setidaknya wartawan grup penulis tidak terlalu cemas untuk meliputnya.
Kecuali ada riwayat sang warga selama di luar negeri sempat berinteraksi dengan yang terjangkit.

***

Komentar

BERITA LAINNYA