oleh

Bila PT BAA tak Mampu Hilangkan Bau Tak Sedap, Fraksi Gerindra Rekomendasikan Izin Dicabut

*Taufik Ikut Sesalkan Spanduk Protes yang Dipasang Warga Kenanga Dicopot
SUNGAILIAT – Polusi limbah pabrik tapioka PT. BAA di Kenanga yang menimbulkan bau busuk dan diprotes warga Kenanga membuat Fraksi Gerindra DPRD Bangka bersikap. Sikap tegas meminta masalah limbah ditangani atau izin direkomendasikan dicabut.

Sikap resmi Fraksi Gerindra DPRD Bangka ini telah dituangkan dalam surat Fraksi Gerindra Nomor :004/F-GERINDRA/XI/2019 yang juga memuat hinbauan kepada pabrik tapioka lainnya agar memperhatikan pengolahan limbahnya. Disampaikannya sikap ini setelah masyarakat Kelurahan Kenanga melayangkan surat keluhan ke DPRD Bangka.


Loading...

“Agar tidak menimbulkan permasalahan di masyarakat atas bau tidak sedap yang dihasilkan dari pabrik PT. BAA. Sebab bau tersebut saat ini sudah menjadi pembahasanyang sangat serius di lingkungan masyarakat di sekitar Pabrik PT. BAA, bahkan masyarakat telah menyampaian pengaduan tertulis ke lembaga DPRD Kabupaten
Bangka beberapa waktu yang lalu,” kata Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Bangka, M. Taufik Koriyanto, Senin (25/11) malam.

Namun Fraksi Gerindra mengimbau kepada pihak PT. BAA untuk tetap beroperasi sebagaimana biasanya, karena saat ini para petani di wilayah Kabupaten Bangka sudah memasuki masa panen ubi casesa. Mengingat di Kabupaten Bangka hanya ada tiga pabrik tapioka yaitu PT. Bangka Mandiri Abadi di Desa Cit, PT. Sinar Baturusa Prima di Desa Puding Besar dan PT. Bangka Asindo Agni di Kelurahan Kenanga.

Komentar

BERITA LAINNYA