oleh

Beteco

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya —

ASET besar negeri ini bukan timah, bukan lada, tidak sawit, tidak pula wisata alamnya. Tapi aset terbesar negeri ini adalah keharmonisan hidup masyarakatnya.

Loading...

—————————–

KEPULAUAN Bangka Belitunga adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan kebhennikaan. Mengutip dari berbagai tulisan sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, secara turun temurun, hubungan antar masyarakat tempatan dengan masyarakat Tionghoa telah terjadi asimilasi sekian lama dan rata-rata telah terjadi perkawinan antara kedua masyarakat tersebut.

Asimilasi budaya juga terjadi antara Melayu dan Tionghoa, namun bukan berarti pencaplokan kultural. Adat Melayu Bangka juga telah berasimilasi dengan suku-suku yang telah bermukim terlebih dahulu di Pulau Bangka dan Belitung seperti Suku Lom dan Suku Sekak. Dari kedua suku ini misalnya nilai-nilai budaya mereka berasimilasi dengan Suku Melayu dan Etnis Tionghoa.

Sebagai contoh kecil saja, menurut praktisi Pariwisata Babel, Eri Lesmana, misalnya penetapan hari Ritual Nujuh Jerami Suku Lom menggunakan penanggalan Tionghoa. belum lagi ornament dalam pakaian pengantin Adat Melayu Bangka yang banyak sekali mengambil dari unsure etnis Tionghoa. Pun masih sangat banyak sekali asimilasi itu terjadi di Bangka Belitung, termasuk kulinernya.

Komentar

BERITA LAINNYA