oleh

Beras Lokal Basel Cap Tugu Nanas Diminati Masyarakat

Babelpos.co  TOBOALI – Beras lokal produksi petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan yang dikemas dengan baik dengan nama Cap Tugu Nanas ternyata diminati oleh masyarakat di daerah setempat. Selain itu, beras tersebut juga beredar di pasaran dan diminati masyarakat Sungailiat dan Pangkalpinang.

“Saat ini beras lokal hasil produksi petani Desa Rias telah dilepas ke pasaran berton-ton beras dengan berbagai kemasan mulai kemasan 2,5 kilogram untuk program zakat fitrah hingga kemasan 10 kilogram dengan nama kemasan beras Cap Tugu Nanas,” jelas Ketua Koperasi Besaoh Bersinar, Bangka Selatan, Sumindar.

Loading...

Ia menjelaskan, produk beras lokal dalam bentuk kemasan tersebut merupakan terobosan yang dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Besaoh Bersinar yang berkantor Induk di Kecamatan Toboali.

“Kami sebenarnya memproduksi beras lokal ini setiap tahun ketika musim panen. Niat utamanya adalah membantu petani agar bisa memasarkan beras saat musim panen tiba. Alhamdulillah, pesanan ternyata banyak mulai dari Belinyu sampai tetangga terdekat Bangka Tengah,” kata Sumindar.

Ia menambahkan, beras lokal produk koperasinya tersebut sengaja menggunakan nama beras Cap Tugu Nanas untuk menguatkan identitas lokal Bangka Selatan. Bahkan produk dengan nama beras Cap Tugu Nanas itu terdiri dari dua jenis, yaitu beras merah dan beras putih.

“Semuanya bebas pengawet dan bebas residu. Untuk mengemasnya itu kami mendapat bimbingan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, maupun dari Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM, juga Disprindag, semua dilakukan agar hasil kemasan layak untuk diedarkan,” tutur Sumindar menegaskan beras merah harga perkilonya dijual Rp 14 ribu dan beras putih Rp 12 ribu perkilo.

“Beras merah dan beras putih yang dijual dalam bentuk kemasan ini sudah mengalami pensotiran dari koperasi. Sebenarnya ditataran petani hanya Rp 10 ribu perkilogram. Tapi belum bersih dan belum dikemas,” ujar Sumindar.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA