oleh

Berantas Kemiskinan Jadi Jihad Ekonomi?

*Menyambut Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) di Bangka Belitung

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung


Loading...

KONGRES Umat Islam Indonesia (KUII) kali ini berlangsung di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 26-29 Februari 2020. Pemberdayaan ekonomi umat menjadi aspek penting yang dibicarakan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mestinya memberikan Fatwa Khusus soal ekonomi ini sebagai “Jihad Fisabilillah” (Jihad di jalan Allah). Karena umat Islam Indonesia identik dengan kemiskinan. Sehingga muncul candaan menyakitkan: “Kalau mau kaya jangan masuk Islam”.

————————-

JIHAD di zaman modern tidaklah perang memanggul senjata melawan kebatilan. Karena jaman now tak musim lagi perang secara fisik. Sekarang perang sudah menggunakan teknologi canggih. Tetapi perang melawan kemiskinan kini memiliki sudut pandang umat Islam yang lain. Perang melawan kemiskinan seharusnya menjadi keputusan penting bagi umat Islam Indonesia.

Komisi Fatwa MUI mestinya menyikapi problematika ekonomi umat. Bahwa memberantas kemiskinan sama dengan Jihad Fisabilillah (jihad di jalan Allah). Karena kemiskinan lebih erat kepada kekafiran. Banyak umat Islam hidup miskin di Indonesia, bahkan hidup di bawah garis kemiskinan. Terlalu amat miskin, sehingga sering kemiskinan dijadikan sebagai gangguan iman bahwa Allah Maha Kaya.

Jihad modern umat Islam Indonesia adalah jihad melawan kemiskinan, bukan melawan kekafiran. Konsepsi Islam hanya membolehkan umat Islam berperang secara fisik apabila dirinya, keluarganya, bangsanya, dan agamanya diganggu orang lain. Tetapi kalau tidak diganggu, hukum jihad dalam konteks ini tidaklah relevan. Walau mengajak atau mensiarkan Islam menjadi wajib. Tetapi tidak boleh ada paksaan orang lain untuk mendengarkannya. Allah sendiri minta umat Islam tidak melampaui batas dalam melakukan jihad. (Q.S. Al-Baqorah 2: 190).

Komentar

BERITA LAINNYA