oleh

Belasan Nelayan Mengadu ke Polsek Riau Silip soal Tambang Kuala Mapur

*Kapolsek Riau Silip Langsung ke Lapangan Minta Penambang Berhenti
RIAU SILIP – Belasan nelayan asal Matras Sungailiat, Air Hantu Bedukang dan Tuing Riau Silip mendatangi Polsek Riau Silip. Kedatangan nelayan ini untuk melaporkan aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rajuk yang merambah daerah aliran sungai dan kawasan bakao Kuala Mapur.

Nelayan diterima Kapolsek Riau Silip Iptu Suhendra beserta anggotanya dalam pengaduan yang disampaikan Kamis (3/10) siang. Nelayan meminta aktivitas TI yang beroperasi beberapa bulan belakangan ini agar segera dihentikan karena telah mengakibatkan pencemaran.


Loading...

“Kita mengadukan tambang di sekitar Kuala Mapur yang mengganggu aktivitas nelayan, karena di situ ada habitat ikan, kepiting sehingga mengganggu kita,” kata Martin didampingi rekan-rekannya usai pertemuan kemarin.

Pihaknya tidak tahu pasti tambang itu milik siapa dan dikoordinir siapa. Namun TI jenis rajuk itu sudah beroperasi cukup lama dan sudah ada 40-an ponton yang sekitar dua bulan ini beroperasi. Diduga juga dibekingi oknum aparat sehingga terus beroperasi.

“Tambang tersebut juga menyebabkan air berlumpur, pohon bakau roboh. Sudah sempat ditertibkan tetapi kembali berulang dan sekarang sudah jalan lagi,” ujarnya.

Komentar

BERITA LAINNYA