oleh

Basing Terabas

Oleh : Ahmadi Sofyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial Budaya —

PEMIMPIN yang tidak memahami pentingnya sejarah, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal serta filosofi kehidupan, lebih cenderung menjadi Pemimpin Basing Terabas alias asal membangun asal kerja.


Loading...

———————–

BEBERAPA minggu ini cukup padat jadwal ngobrol bareng anak-anak muda, entah itu ngobrol serius dengan undangan resmi maupun sekedar ngobrol di café-café sambil menikmati bercangkir-cangkir kopi. Hampir setiap obrolan, anak-anak muda itu saya “provokasi” soal arti kepemimpinan, makna pembangunan (fisik dan SDM) hingga soal sejarah, budaya dan kearifan lokal. Karena saya melihat banyak anak-anak muda milenial yang kreatif, namun kreativitas itu tak dibangun oleh kemampuan dan pemahaman terhadap apa yang saya provokasi tersebut diatas.

Era sekarang adalah milik anak-anak muda. Suka tidak suka, siap tidak siap, kepemimpinan hari ini dan kedepan adalah milik mereka yang penuh energi dan semangat serta kreativitas. Tentunya ini hal yang baik dan patut kita dukung, terlebih anak-anak muda era digital sekarang ini jauh lebih kreatif dan berwarna. Kalau zaman dulu orang bekerja harus keluar rumah, anak-anak muda sekarang cukup dari kamar tidur sudah bisa menghasilkan uang. kalau dulu bermain games membuang-buang uang, sekarang melalui konten youtube anak-anak muda justru menghasilkan puluhan bahkan ratusan juta. Kalau dulu mendapatkan uang dengan cara manual, sekarang lebih canggih dengan digital. Melalui smartphone, anak-anak muda mengolah kreativitas untuk mendapatkan pemasukan. Bahkan tidak hanya itu, mereka anak-anak muda dapat menciptakan produk dan aplikasi untuk memudahkan penjualan produknya. Itulah anak-anak muda yang masuk kategori generasi milenial.

Komentar

BERITA LAINNYA