Bagi wanita, seks setelah usia 60 tahun bukanlah akhir dari segalanya. Studi baru mengungkapkan, hal ini terus berkembang

Dawud

Download app

Ketika kita berbicara tentang mainan seks, tidak dalam mimpi terliar kita mengasosiasikannya dengan orang lanjut usia, terutama wanita. Namun, studi peer-review yang diterbitkan dalam jurnal Menopause, jurnal resmi dari Masyarakat Menopause, menunjukkan bahwa wanita di atas 60 tahun menggunakannya lebih dari sebelumnya, dan tidak hanya sekedar santai.

Analisis data pertama terhadap lebih dari 3.000 wanita berusia 60 tahun ke atas di Amerika Serikat. Dan kesimpulannya adalah – seks sendirian dan penggunaan mainan seks jauh lebih umum, dan jauh lebih bermanfaat, daripada perkiraan kebanyakan orang.

Mengapa wanita yang lebih tua menggunakan mainan seks

Dalam artikel itu India Hari Ini telah dipublikasikan sebelumnya, kami telah mengamati peningkatan penggunaan mainan seks di kalangan perempuan (Gen Z dan Milenial), semua berkat kesadaran dan berkurangnya stigma seputar produk kesenangan dan kesenangan.

Selama beberapa dekade, penelitian tentang seksualitas pada lansia sebagian besar berfokus pada seks berpasangan. Kenikmatan sendirian dan masturbasi, terutama di kalangan wanita, kurang diperhatikan atau diabaikan begitu saja. Namun penelitian ini menyoroti tepatnya di mana hal tersebut hilang.

Beberapa perubahan penting mendorong peningkatan ini:

1. Mengubah keadaan hidup

Lebih banyak perempuan lanjut usia yang hidup sendiri, pasca-perceraian, setelah kehilangan pasangan, atau hanya karena pilihan. Dengan hidup mandiri muncul hak pilihan atas kesenangan mereka sendiri.

2. Perubahan fisik pasca menopause

Seks penetrasi mungkin terasa menyakitkan karena kekeringan pada vagina dan perubahan hormonal. Ditambah dengan kesulitan ereksi pada pasangan pria yang lebih tua, pasangan mencari alternatif, vibrator, rangsangan eksternal, dan mainan non-penetrasi.

3. Pasar yang berkembang pesat disesuaikan dengan mereka

Perusahaan mainan seks secara aktif merancang produk untuk orang lanjut usia, termasuk mainan yang ditujukan khusus untuk wanita menopause. Stigmanya semakin mengecil, dan jumlah yang beredar semakin banyak.

Apa yang sebenarnya ditemukan oleh penelitian tersebut

Di antara 3.000+ wanita yang disurvei:

  • Mainan seks lebih banyak digunakan saat masturbasi dibandingkan saat berhubungan seks dengan pasangan.
  • Wanita yang “selalu” atau “hampir selalu” menggunakan mainan seks selama masturbasi secara signifikan lebih mungkin mencapai orgasme.
  • Lebih dari sepertiga (38,7%) menggunakan mainan seks setidaknya kadang-kadang selama berhubungan seks dengan pasangan.
  • vibrator eksternal dan mainan penetratif model-dildo adalah yang paling populer.

Secara sederhana: kenikmatan seksual tidak berhenti pada usia 60, jauh dari itu. Hal ini menjadi lebih disengaja, terinformasi, dan didukung oleh teknologi.

Kaitan yang mengejutkan dengan kesehatan kognitif

Inilah detail yang akan membuat kebanyakan orang berhenti menggulir. Ada bukti yang muncul bahwa masturbasi pada orang dewasa yang lebih tua dapat mendukung fungsi kognitif yang lebih baik, terutama mengingat kata-kata. Ini bukan pil ajaib, tapi ini menandakan bahwa kesehatan seksual dan kesehatan holistik bukanlah pembicaraan terpisah.

Memecah keheningan dalam layanan kesehatan

Salah satu wawasan paling menarik datang dari Dr Monica Christmas dari The Menopause Society, yang menyoroti betapa sedikitnya pengetahuan wanita tentang anatomi dan pola orgasme mereka, bahkan di kemudian hari.

Dia menunjukkan:

  • Banyak wanita yang percaya ada sesuatu yang “salah” jika mereka tidak bisa orgasme melalui penetrasi, padahal kenyataannya kebanyakan wanita tidak orgasme seperti itu.
  • Panduan sederhana dan faktual dari profesional kesehatan dapat meningkatkan kesejahteraan seksual secara signifikan.
  • Pemeriksaan rutin harus mencakup pembicaraan seputar seksualitas, tidak hanya untuk orang dewasa muda, tetapi juga untuk wanita yang lebih tua.
  • Ada juga manfaat emosionalnya. Kesenangan meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, meningkatkan keintiman (diri sendiri atau pasangan), dan berkontribusi terhadap kualitas hidup secara keseluruhan.

Apa yang perlu dikejar?

Cara kita membicarakannya.

Alih-alih memperlakukan seksualitas setelah usia 60 tahun sebagai hal yang tabu atau tidak terlihat, penelitian ini mendorong normalisasi. Orang lanjut usia tidak hanya mempertahankan seksualitas mereka, mereka juga menciptakannya kembali.

– Berakhir