oleh

Babel Di PT Timah Akan Perkuat Struktur Perusahaan

Tentu saja saham yang diambil Babel adalah saham Pemerintah Pusat cq saham PT Inalum yang menjadi pemilik 65% saham PT Timah Tbk. PT Inalum adalah 100% sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Pusat. Perusahaan ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai perusahaan induk (holding company), perusahaan negara bidang tambang. Oleh karena PT Freeport Indonesia sahamnya sudah dibeli PT Inalum secara mayoritas akan berada sama posisinya dengan PT Timah Tbk. Artinya PT Freeport Indonesia dan PT Timah Tbk sama-sama anak perusahaan PT Inalum. Nah, jika PT Inalum memberikan saham kepada BUMD Pemprov Papua 10%, maka hal yang sama patut dan layak pula memberikan saham 10% PT Timah Tbk kepada BUMD Pemprov Babel. Ialah PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT.BBBS).

Pemberian saham 10% untuk Babel ini mestinya bukan karena permintaan Babel, tetapi sudah seharusnya dilakukan oleh PT Timah Tbk untuk memperkuat struktur perusahaan. Jika struktur perusahaan kuat, maka trust masyarakat terhadap kinerja perusahaan juga akan semakin tinggi. Tingginya trust ini akan menaikan harga saham TINS di BEI yang hari ini, Senin 28 Januari 2019 diperdagangkan di atas Rp 1.300,-. Isu yang dikembangkan adalah bahwa Pemerintah Pusat cq PT Inalum akan menghibahkan saham 10% kepada BUMD Babel PT. BBBS. Isu ini untuk menghindari trend tarik untung (capital gain) dan gejolak harga pasar saham.

Loading...

Dengan masuknya Babel dalam PT Timah Tbk, trust juga akan muncul dalam dunia keuangan dan perbankan. Dunia keuangan dan perbankan melihat bahwa BUMN ini dipandang telah menguasai Babel secara keseluruhan. Betapa tidak? Selama ini ada was-was bagi kalangan investor, kalau-kalau Gubernur Babel tidak lagi setuju untuk memperpanjang atau membuat IUP baru bagi PT Timah Tbk. Sebab dalam perjalanan perusahaan plat merah ini di Babel sering terjadi konflik secara diam-diam antara Bupati di Babel. Juga terdengar ada konflik serius dengan sang gubernur Babel. Konflik yang bermula pada asas kepentingan. Bahkan sering timbul conflict of interest (benturan kepentingan) antara keduanya. Kondisi ini memperlambat proses apapun yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja perusahaan.

Komentar

BERITA LAINNYA