oleh

Babel Dalam Perspektif & Prospektif Kekinian

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Povinsi Bangka Belitung —

PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memiliki perspektif dan prospektif baru dalam peta dunia industri modern. Tetapi perpektif itu tidak diimbangi dengan kualitas budaya dan intelektual yang memadai. Padahal dalam perspektif baru itu, Babel memiliki kekayaan yang tidak terhingga. Pemerintah Pusat pun, tidak mendudukan Babel dalam perspektif dan prospektif yang benar.

Loading...

———————-

KALANGAN pemikir dan kaum intelektual Babel tidaklah kekurangan dalam memikirkan kemajuan Babel agar menjadi provinsi terdepan di Indonesia. Walau kemudian kalangan intelektual Babel seakan terpisah dari upaya bagaimana membangun Babel kedepan. Masyarakat pun kurang menempatkan kalangan pemikir dan intelektual di Babel, sehingga yang menjadi eksekutif dan legislatif di Babel adalah yang memiliki uang yang banyak, bukan orang pintar. Jangan mimpi menjadi eksekutif dan legislatif di Babel apabila miskin harta.

Kondisi ini, memaksa kalangan intelektual Babel berkarir di luar Babel, baik di pusat maupun di daerah lainnya di Indonesia. Bahkan kaum intelektual di Babel tidak mendapatkan tempat yang layak, kecuali sekedar penyumbang pemikirannya senata tanpa berharap apapun. Adanya jarak antara maayarakat, eksekutif, legislatif, dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) di Babel terlihat jelas, ketika orang yang terpilih di berbagai lembaga adalah mereka yang memiliki uang. Kaum berduit. Akibatnya penyaluran aspirasi politik dan ekonomi di Babel tidak berjalan dengan baik. Yang tampil kemudian, adalah pecundang-pecundang politik yang semata bermotif ekonomi belaka.

Apabila saluran bernotif politik dan ekonomi ini tersumbat, maka pecundang-pecundang politik mengerahkan masa agar eksekutif di Babel merubah kebijakannya agar menguntungkan mereka. Dalam patron ini, kaum intelektual Babel menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Karena eksekutif di Babel terpaksa mengikuti tuntutan yang bersifat temporer (sesaat). Diskusi-diskusi intelektual pun menjadi hambar tak bermakna dalam menentukan langkah-langkah upaya membangunan Babel secada konseptual yang memiliki perspektif dan prospektif tinggi dan menjual. Akibatnya, Babel mengalami desakralisasi dan demoralisasi secara mendalam. Karena kelompok-kelompok partisan ini kemudian menjadi pemenang dalam menentukan pembangunan Babel.

Komentar

BERITA LAINNYA