oleh

Babel (Bisa) Jadi Diplomasi Dagang Internasional Jokowi?

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

“TIONGKOK saat ini merasa jadi raja dunia. Negeri ini menguasai 97% Rare Earth Element (REE) dunia. Negara industri maju kalang kabut dibuatnya. Kini Tiongkok mengancam dunia, jika coba-coba mempermainkannya. Padahal Bangka Belitung (Babel) memiliki potensi itu. Babel dapat menyuplai REE 140.000 ton kebutuhan dunia hingga ratusan tahun. Kita berharap Presiden Jokowi bisa membawa potensi REE Babel sebagai diplomasi dagang internasional agar dunia damai.”

Loading...

———————–

PERNYATAAN Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada wartawan di Pangkal Pinang 22 Juni 2019 lalu, tak membuat nyenyak tidur segenap komponen di Bangka Belitung (Babel). Ucapan itu menandakan Pemerintah Pusat pimpinan Presiden Jokowi seakan tau dan paham apa dan bagaimana situasi dan kondisi dunia pertimahan di Babel. Seakan Pemerintah Pusat tahu siapa pemain dan yang jadi korban dari permainan dunia timah. Sang Menteri seakan menyindir Babel yang tak kunjung jera, bermain patgulipat di dunia timah. Saling salip dan saling jegal antara pengusaha satu dengan pengusaha lainnya terus terjadi. Korban pun berjatuhan.

Sungguh situasi itu tidak bagus bagi pertumbuhan ekonomi di Babel. Fluktuasi angka pertumbuhan ekonomi sangat terpengaruh oleh permainan kotor para pelaku dunia pertimahan. Karena timah masih mendominasi sekitar 40% perekonomian Babel. Megap-megapnya smelter timah seperti yang diceritakan Menteri Airlangga Hartarto ini, pertanda buruk bagi iklim usaha pertimahan di Babel. Padahal, pelakunya itu-itu saja dari tahun ke tahun. Berkali-kali Mabes Polri turunkan tim ke Babel, tak memberi hasil yang maksimal. Operasi sering bocor, padahal pelakunya sudah terbaca sejak 40 tahun lalu. Bahkan tim investigasi yang dibentuk zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah membuat secara detail peta timah. Dalam laporan tersebut, terbaca dengan jelas siapa pemain timah Babel. Laporan itu amat rinci tentang situasi timah di Babel. Jadi wajar kalau Menteri Perindustrian sedikit marah melihat industri timah di Babel berkesan tidak berubah. Masih itu-itu saja. Padahal dunia perindustrian di Indonesia sudah berubah. Dunia perindustrian internasional juga sudah berubah platform-nya.

Padahal Babel sudah dicatat sebagai daerah yang memiliki potensi material yang menjadi komponen penting dalam industri teknologi tinggi (hi-tech industry) dunia. Babel memiliki rare earth mineral (mineral tanah jarang) yang menjadi bahan dari Rare Earth Element (REE) yang sekarang ini dikuasai Tiongkok 97%. Sehingga negara manapun di dunia tunduk padanya. Tak ada satu negara pun di dunia yang berani melawan Tiongkok, termasuk Amerika Serikat. Karena Tiongkok selalu menjadi REE jadi kartu mati negosiasi dengan negara industri maju.

Komentar

BERITA LAINNYA