oleh

Ayo BPK Audit Diknas Babel!

LANGKAH jajaran Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) yang tengah menyoroti 2 proyek pengadaan di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Babel, didukung aktifis anti korupsi Babel, Marshal Imar Pratama. Karena laporan yang masuk ke Kejati tentunya bertolak dari dugaan adanya kejanggalan yang muncul.

———————-

Loading...

“ITU kita yang melaporkanya ke pihak Kejaksaan Tinggi. Makanya kita mendorong, agar masuk dan diadakan pendalaman dan penyidikan,” kata Marshal.

Dikatakan Marshal, selama ini penggunaan dana yang sangat besar untuk dunia pendidikan di Diknas Babel terkesan luput dari pantauan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi. Padahal dana yang besar harus dibarengi dengan pantauan serta pengawasan yang tidak cukup sebatas dari pengawasan internal Pemprov semata. “Buktinya setelah selama ini adem-adem saja, akhirnya DABA Rp 40 milyar ke seluruh Kabupaten Kota 2016 guna pengadan komputer bermasalah. Seperti untuk komputer UNBK di Diknas Belitung Timur menuai persoalan hukum. Maka dari itu berangkat dari persoalan hukum di Diknas Belitung Timur ini juga kita mendorong adanya penyelidikan di Diknas Babel,” ujar Marshal.

Pengadaan komputer, server dan UPS dikatakan Marshal terjadi dalam waktu berdekatan yakni 2016 dan 2017. Dengan memakan biaya sangat besar yakni 2016 senilai Rp 40 milyar dan Rp 13 milyar pada tahun 2017. “Satu sisi memang produktif untuk dunia pendidikan. Tetapi agar transparan dan sesuai peruntukan kondisi kenapa pengadaan berdekatan juga jadi tanda tanya besar,” sebutnya.

Terkait penggunaan anggaran hanya untuk konsumsi Rp 13 milyar 2017 menurut Marshal harus dilakukan audit oleh badan pemeriksa keuangan (BPK). Data tersebut menurutnya juga sudah dimasukan pihaknya kepada BPK.

Komentar

BERITA LAINNYA