oleh

Aturan KPU Mulai Dipertanyakan

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Ketua DPD Partai Garuda Provinsi Bangka Belitung, Hangga OF, SH mempertanyakan beberapa kekurangan dari proses pencalegan yang berjalan. Itu ia sampaikan dalam releasenya, Sabtu (7/7).

“Fenomena pendaftaran caleg parpol saat ini di KPU menerobos batas kelaziman dan kebiasaan. KPU membuka pendaftaran caleg dari tanggal 4 Juli sampai dengan tanggal 17 Juli, anehnya pendaftaran itu seharusnya kita ambil dan serah formulir, tetapi mekanisme yg dimainkan KPU daftar sekaligus pelaksanaan tes,” katanya.

Loading...

Anehnya lagi kata dia KPU mewajibkan peserta untuk ikut tes terlebih dahulu, seperti tes kesehatan badan di RSU, tes kesehatan jiwa di RSJ, tes bebas narkoba di BNN, baru kemudian bisa daftar.

“Logikanya dimana ini KPU,” serunya.
Artinya kata dia orang disuruh ikut rangkaian tes terlebih dahulu baru ikut pendaftaran, pasalnya KPU tidak menyiapkan serangkaian tes, termasuk anggaran dibebankan ke para caleg sendiri.

“Yang dilakukan KPU ini benar-benar tidak menghormati lembaga tinggi negara legislatif, pemerintah menghormati lembaga tinggi negara lainnya seperti eksekutif dan yudikatif. Warga negara dipanggil untuk mendaftarkan diri menjadi eksekutif dan yudikatif dan semuanya difasilitasi negara,” sebutnya.

Lalu Hangga menganalogikan dengan, hitungan kasar misal, jumlah parpol ada 16, andai tiap parpol di Babel punya 100 caleg maka jumlah seluruhnya 1.600 orang. “Apakah mungkin dalam waktu 2 minggu, pengadilan, kepolisian, RSJ, RSU melayani semua caleg yang juga digabung dengan unsur umum yang sama-sama mengajukan pembuatan surat di instansi tersebut.

Jika surat pemohon yang selesai diterbitkan berjumlah 50% maka sisanya tidak bisa daftar caleg mengingat tanpa surat dimaksud maka caleg tidak bisa daftar di KPU.

Artinya KPU main film drama uang kaget, kasih 10 juta disuruh belanja waktu 1jam, endingnya pasti yang terjadi gagal,” kata Hangga di releasenya, sehingga kata dia dalam situasi ini akan tercipta opini bahwa partai/caleg yang tidak punya uang.

Komentar

BERITA LAINNYA