oleh

Asap Makin Pekat, Empat Bandara Tutup

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh stakeholder penerbangan untuk tetap mengutamakan keselamatan pengguna jasa. Menurut Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, pihaknya selalu memantau dan terus berkoordinasi melalui kantor otoritas bandar udara (OBU) di Kalimantan dan Sumatera. ”Kami meminta operator penerbangan, terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun delayed akibat karhutla, untuk sigap membantu mengomunikasikannya kepada para penumpang,” ujarnya.

Bukan hanya transportasi udara, atensi juga diberikan untuk transportasi laut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub mengimbau nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kabut asap yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran.


Loading...

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad menginstruksikan kepala unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang terpapar kabut asap untuk meningkatkan pengawasan serta memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sebelum menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB). ”Tunda penerbitan SPB bila kondisi kabut asap sangat tebal sehingga mengganggu jarak pandang,” tegas Ahmad.

Sementara itu, penanganan karhutla terus dilakukan. Selain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI dan Polri terlibat aktif dalam upaya itu. Sejak Sabtu (14/9), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turun langsung ke lokasi terdampak karhutla di Sumatera. Kemarin dia bertolak ke Kabupaten Pelalawan, Riau.

TNI akan mengerahkan drone untuk memantau titik api. Terutama saat malam. Hadi optimistis pemantauan titik api semakin optimal dengan drone. ”Menggunakan drone akan mempermudah proses mitigasi lokasi kebakaran hutan karena lokasi yang tidak terpantau pada siang dan sore hari dapat terlihat dengan jelas pada malam hari,” beber Hadi. Selain itu, drone efektif untuk melihat titik-titik yang baru terbakar.

Komentar

BERITA LAINNYA