oleh

Aktivitas Kapal Compreng Semakin Menggila

“Nelayan kita menjadi korban, pukat robek akibat terkena, tersangkut di jangkar kapal compreng. Ini tentunya menjadi pertanyaan nelayan, kemana Tim Terpadu, apakah serius dalam menangani dan menindak kapal compreng,” ujar Joni menegaskan, bahwa Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono telah mempercayai dan menugaskan Tim Terpadu untuk melakukan penindakan. Namun fakta dan kondisi dilapangan aktivitas kapal compreng masih saja beroperasi dibawah 10 mill.

“Harus kemana lagi kami mengadukan masalah ini, jika semua pihak terkesan sudah saling lempar dan kinerja Tim Terpadu pun terlihat belum begitu maksimal dalam menangani masalah ini,” keluh Joni.

Loading...

Sementara, Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono menegaskan terkait keluhan nelayan mengenai keberadaan aktivitas kapal compreng di perairan Toboali, akan segera diteruskan ke Tim Terpadu yang dalam hal ini Tim Terpadu diketuai oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Babel.

“Polri dan TNI dalam hal ini, hanya bagian kecil dari Tim Terpadu, jadi semua keputusan dan kebijakan untuk penanganan kapal compreng, trawl dan tambang illegal harus dibahas terlebih dahulu dengan Tim Terpadu lainnya, dan keputusan selanjutnya ada di Ketua Tim Terpadu, sedangkan kita (Polri dan TNI) hanya sebagai pelaksana,” ujar AKBP Aris.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA