Chuck Norris, bagi kami, akan selalu abadi
Chuck Norris, aktor yang kita semua, di dalam hati, yakini sebagai “abadi”, telah meninggal dunia pada usia 86 tahun. Kemarin berita masuk darurat ke rumah sakit, hari ini berita kematiannya.
Wajah ikonik di dunia seni bela diri, bioskop, dan di atas semua televisi, Norris memasuki rumah masyarakat di seluruh dunia berkat peran penjaga hutan Cordell Walker dalam “Walker, Texas Ranger”, serial yang dari tahun 1993 hingga 2001 melihatnya menghadapi penjahat dan bertarung dalam pertempuran yang tak terhitung jumlahnya bersama teman dan koleganya Trivette.
Sebuah ikon yang telah berlangsung selama beberapa generasi
Kita semua adalah penggemar Chuck Norris, baik mereka yang mengikutinya dalam karir olahraga, film, dan televisinya yang panjang, dan mereka yang mengenalnya bahkan hanya dari ketenaran. Lagi pula, setiap orang pernah menjumpai episode “Walker, Texas Ranger” setidaknya sekali dalam hidup mereka, mungkin secara kebetulan di TV atau di rumah kakek-nenek mereka.
Faktanya, di tahun 90-an, serial ini lebih dari sekadar program televisi sederhana, melainkan ritual kolektif yang nyata. Salah satu janji temu rutin yang mampu mempertemukan semua orang, anak dan orang tua, kakek nenek dan cucu.
Kekuatan TV: mengubah serial menjadi kenangan
Antara orang-orang jahat yang harus dilacak, perkelahian menendang dan meninju, kisah cinta dan perubahan yang terus-menerus, setiap episode “Walker, Texas Ranger” memiliki sesuatu yang akrab, dapat diprediksi dan, oleh karena itu, menghibur. Bagaimanapun, Walker, dengan wajahnya yang meyakinkan dan kekuatannya yang luar biasa, memenangkan setiap pertempuran dan kepastian ini, betapapun tidak realistisnya, entah bagaimana membuat kami merasa aman.
Bahkan saat ini, ketika Anda menemukan episode lama serial tersebut di TV, sulit untuk tidak berhenti dan menontonnya. Bukan hanya karena ceritanya sendiri, tapi juga karena apa yang diwakili oleh serial ini dan tokoh protagonisnya: kembali ke masa lalu.
Karena justru inilah kekuatan serial TV, yaitu menemani kita selama ini hingga mampu membekukan suatu periode hidup kita dalam waktu.
Saat episode “Walker, Texas Ranger” sudah cukup membuat betah
Jadi, menonton satu episode “Walker Texas Ranger” saja sudah cukup untuk mengenang kembali saat kita masih muda, mungkin duduk di meja di rumah kakek nenek kita, dengan televisi menyala dan janji tetap yang menandai malam hari.
Semua orang di depan layar bersorak untuk Walker dan Trivette, dengan mata terbelalak di depan kekuatan mereka dan gerakan seni bela diri yang menjadikan Chuck Norris ikon film aksi dan TV.
Sebuah episode, adegan, atau bahkan wajah saja sudah cukup untuk mengembalikan kenangan, dan terlebih lagi, emosi.
Bagaimanapun, kekuatan film dan serial TV terletak pada kemungkinan membuat kita kembali ke rumah, kapan pun kita mau.
Dan meskipun kematian dalam hidup tidak dapat dihindari, bagi kami, berkat karakter fiksinya, Chuck Norris akan selalu tetap menjadi pejuang. Bukan hanya karena tendangan dan pukulannya, tapi karena kemampuan langkanya yang selalu membuat kita merasa aman.






