oleh

40 Titik Panas Terdeteksi di Babel

KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) masih terus terjadi. Pada Sabtu (21/9), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.182 titik panas di Pulau Sumatera. Titik panas paling banyak di Provinsi Jambi sebanyak 499 titik. Terbanyak kedua adalah Sumatera Selatan (Sumsel) dengan 391 titik.

——————

Loading...

KARHUTLA Karhutla juga masih terjadi Riau dengan 198 titik panas. Bangka Belitung juga terdeteksi 40 titik panas, kemudian Lampung 33 titik. Kepulauan Riau 9 titik, Sumatera Barat 8 titik, serta Bengkulu dan Sumatera Utara masing-masing 2 titik panas.

Khusus di Riau dari 198 titik panas, paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir. Yakni sebanyak 74 titik, Rokan Hilir 57 titik, dan Pelalawan 28 titik. Selanjutnya di Bengkalis ada 17 titik, Indragiri Hulu 14 titik, Kuansing 4 titik. Meranti dan Kampar masing-masing dua titik panas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut pihaknya telah menyegel 52 lokasi area konsesi perusahaan penyebab Karhutka. Pemantauan ini dilakukan sejak Juli 2019. “Kami melihat sistem intelijen kami ada kenaikan titip panas pada Juli. Pada Maret kami sudah mengirimkan surat peringatan yang terindikasi ada titik panas di lahannya,” kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridjo Sani dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (21/9).

Lokasi 52 perusahaan tersebut berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Menurutnya, penyegelan itu merupakan salah satu langkah memberikan tanda kepada perusahaan bahwa penegakan hukum harus dilakukan untuk pelaku pembakaran hutan.

Komentar

BERITA LAINNYA