oleh

16 Penambang Terdakwa, Sang Cukong Jadi DPO?

INILAH pemandangan ‘pertimahan’ yang ada di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang. Maksudnya, yang berhubungan dengan masalah hukum terkait kasus penambangan timah.

—————–

Loading...

TERLIHAT DI PN sejak pekan lalu (22/11) mulai menyidang para penambang terutama yang inkonvensional. Dari data yang dipaparkan oleh pihak Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sedikitnya ada 16 orang yang seluruhnya hanya sebagai pekerja di lokasi tambang yang jadi terdakwa. Seluruh penambang tersebut ditahan sejak penyidikan hingga penuntutan yang terdiri dari 14 berkas dakwaan yang mana 2 sisanya split.

Lokasi penambangan ada di 2 tempat, yakni Pantai Batu Belubang dan Hutan Bukit Mangkol. Adapun rincian pekerja tambang yang diseret sebagai terdakwa dari pantai Batu Belubang yakni: Muhamad Ibrahim als Baim bin Kanang dan Irka bin Sobri. Kemon bin Dola dan Mamin bin Bakar. Dodi bin Azhar, Ambo Tang bin Tahang, Maikel Kana bin Kowi, Musadat bin Utung, Fikri bin Tobroni, Suhendi als Wendi bin Samson, Weli Yufin, Ahmad Yani als Jago bin Maryadi, Doni Saputra bin Marso dan Pander bin Nyata.

Sedangkan untuk lokasi penambangan di hutan Mangkol yang disidik oleh Direskrimsus menjerat 2 terdakwa yakni Aas Tias als AS bin Kodir dan Musa bin Dirhan.

Dalam dakwaan yang dimuat jaksa penuntut, mereka dinilai bersalah. Karena dalam bulan Agustus tahun 2018 di 2 TKP tersebut dinilai telah melakukan, yang menyuruh melakukan, turut melakukan usaha pertambangan tanpa IUP (ijin Usaha Pertambangan), IPR (izin Pertambangan Rakyat) atau IUPK (Ijin Usaha Pertambangan Khusus) sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5).

Komentar

BERITA LAINNYA