oleh

Zulfitri Zaini Menagih Janji Raja Arab Saudi

PULUHAN korban runtuhan crane Masjidilharam pada 11 September 2015 masih menunggu santunan yang dijanjikan pemerintah Arab Saudi. Termasuk salah satu korban Zulfitri Zaini, 58. Setelah hampir dua tahun berlalu, Zulfitri masih menanti kabar baik itu, apalagi menjelang lawatan raja Saudi ke Indonesia.

RIKI CHANDRA, Solok

Loading...

ZULFITRI Zaini, warga Jorong Sungai Rotan, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), kehilangan kaki kanan setelah tertimpa pecahan besi dari runtuhnya crane di Makkah pada 2015.

Kaki itu hancur. Kini untuk beraktivitas sehari-hari di dalam rumah, dia terpaksa menggunakan kursi roda.

“Untuk pergi ke luar rumah, saya pakai tongkat,” kata Zulfitri saat memulai perbincangan dengan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di kediamannya.

Raut kerisauan masih bergelayut di wajah guru matematika yang akan pensiun pada 2018 itu. Namun, ketabahannya mengikis semua kesedihan.

Hampir semua tuturannya tanpa kekecewaan, kecuali soal janji santunan pemerintah Arab Saudi yang telah menyebar ke seluruh pelosok negeri.

Ibu satu anak itu mengisahkan, tragedi nahas yang menimpanya ketika menunaikan ibadah haji dua tahun lalu tersebut di luar dugaan.

Bahkan, tak sedikit pun Zulfitri berfirasat akan kehilangan kaki kanan. Namun, takdir berkata lain. Insiden 11 September 2015 itu menjadi duka mendalam yang harus dia terima dengan lapang dada.

Kala itu Buk Pit -sapaan akrabnya- berzikir setelah menunaikan salat Asar di Masjidilharam. Sekitar pukul 16.30 waktu setempat, terdengar bunyi yang cukup keras.

Komentar

BERITA LAINNYA