oleh

Wujudkan Gerakan Budaya dan Ekonomi Asia Lebih Memadai

PANGKALPINANG – Program Kelas Internasional Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung dengan One Asia Foundation Tahun 2019 dinilai sebagai salah satu program yang cukup visioner oleh Guru Besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Purwo Santoso saat menjadi dosen tamu dalam pelaksanaan kegiatan Kelas Internasional FISIP UBB dan One Asia Foundation pekan ke-6 yang berlangsung di Gedung OR Kantor Walikota Pangkalpinang, Jumat(14/03).

Purwo menilai program kerjasama dengan membentuk program kelas internasional ini memang sangat visioner dan terarah, karenanya program semacam ini harus mampu dikelola secara kontinyu, supaya hal-hal yang selama ini mungkin masih tidak realistis menjadi semakin realitis dan hal yang sulit dapat semakin menemukan jalannya. Dalam program ini FISIP UBB dan One Asia Foundation sesungguhnya sudah berani melangkah dan berbicara mengenai komunitas Asia yang tentu saja akan berhubungan dengan kekuatan-kekuataan besar seperti, Jepang, China, India dan lainnya.

loading...

“Oleh karenanya komunitas yang sudah dan dibangun melalui kerjasama antara FISIP UBB dan One Asia Foundation 2019 haruslah menjadi komunitas berfikir dan berjejaring yang dapat semakin dikelola dengan baik lalu disambung dengan hal yang sama dari titik-titik lain, istiqomah membangun jejaring yang rapi dan berwacana secara konkrit. Karena Asian Community tentu saja jangan hanya berbicara MEA saja, karena kalau hanya berbicara MEA maka justeru agenda untuk berfikir lintas negara itu hanya akan di kuasai kapitalis,”ujar pria yang menyelesaikan program doktornya di salah universitas ternama di Kota London Inggris ini.

Menurutnya komunitas Asian harus dibangun sebagai culture comuninity yang mampu mewacanakan dan memperioritaskan diri lebih hanya sekedar sebagai ekonomi community. Dan hal inilah yang juga seharusnya memang sudah sangat perlu di usung di level asian sendiri, sehingga optimisme untuk membangun satu asia itu akan terwujud disampai menjadi penjaga pagar perdamaian dunia dengan saling menghormati budaya-budaya di Asia tenggara, sehingga gerakan budaya dan gerakan ekonomi akan sama-sama lebih memadai dengan tanpa mengabaikan diantara salah satunya saja .

Komentar

BERITA LAINNYA