oleh

Warga Desa Serdang Toboali, Kepung & Duduki Lahan Pabrik CPO

*Sebagian Lahan Yang Dibuka & Digarap Milik Desa Serdang
TOBOALI – Puluhan warga Desa Serdang Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) ‘kepung dan duduki’ kawasan lokasi pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan asal Jambi PT Tama Buana Jaya yang berada di lahan perbatasan antar Desa yakni Desa Serdang dan Desa Jeriji, Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Aksi warga Desa Serdang ini dipimpin langsung Kepala Desa (Kades) Serdang, Apendi dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta perangkat Desa lainnya di Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat dengan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian Polres Basel dan Polsek Toboali yang dipimpin Kapolsek Toboali, Iptu Yandrie C Akip dan Kanit Intelkam Polsek, Hendra Tama, Kanit Reskrim, Ipda Rio Tarigan serta KBO Intelkam Polres Basel.

loading...

Aksi ini sebagai bentuk protes terkait kesewenang-wenangan pihak perusahaan PT Tama Buana Jaya yang telah membuka dan menggarap sebagian lahan milik Desa Serdang dengan 2 unit alat berat jenis Excavator (PC). Selain itu, pembukaan lahan yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir tersebut tanpa adanya persetujuan dari Pemdes dan warga setempat. Sehingga, memicu kemarahan warga yang akhirnya berlanjut dengan mendatangi ke lokasi pembukaan lahan dan meminta kepada pihak perwakilan perusahaan PT Tama Buana Jaya, Marsawi untuk menghentikan sementara waktu aktifitas pembukaan lahan sebelum adanya kesepakatan bersama mengenai batas lahan antar Desa tersebut.

“Sebelum mendatangi ke lokasi ini, Jumat kemarin (15/3) kita mengadakan rapat bersama, musyawarah dengan warga di kantor Desa membahas tentang lahan Desa yang sebagiannya telah dibuka dan digarap oleh perusahaan (PT Tama Buana Jaya_red) dengan menggunakan 2 unit alat berat. Kita bersama warga dan perangkat Desa datang ke lokasi lahan ini atas kesepakatan bersama hasil musyawarah di kantor Desa, dan kita bersama warga tetap mempertahankan lahan yang dibuka dan digarap ini milik Desa Serdang berdasarkan peraturan dan peta kehutanan tahun 2004”, kata Kepala Desa Serdang, Apendi, saat ditemui babelpos.co di lokasi, Sabtu (15/3/2019) kemarin.

Komentar

BERITA LAINNYA