oleh

Ulama, Umat dan Negara

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial
DALAM catatan saya pribadi, selama perjalanan bangsa ini, setidaknya ada 3 kali Ulama di negeri ini secara bersamaan turun langsung dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Pertama, saat merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kedua, saat pemberontakan PKI. Ketiga, saat ini (2019).

——————

loading...

BEBERAPA hari lalu, saya menemui salah satu ulama di Bangka Belitung. Kami berdua duduk bersila beralaskan karpet sebagai murid dan guru ditemani kopi. Dengan penuh kekhusyu’an, guru saya ini menangadahkan tangannya seraya berdo’a yang diantara kalimatnya antara lain: “Ya Allah…, segera percepat perjalanan waktu ini agar kami segera Pemilu. Terlalu banyak rasanya fitnah dan permainan perebutan kekuasaan yang jauh dari ajaran agama-Mu, yang justru akan menambah dosa hamba-hamba-Mu…………”.

Kepada saya sang guru ini banyak bercerita tentang tebaran fitnah demi upaya kekuasaan dan ketidakadilan hukum di negeri ini. “Lelah rasanya melihat perkembangan tidak sehat di negeri ini. Kita ingin sekali damai seperti dulu, saling menghargai dan hukum bertindak adil, ulama dihargai dan sesama anak bangsa saling mencintai satu sama lain. Saat ini kita ulama harus turun menyelesaikan permasalahan bangsa ini” salah satu curhat beliau kala itu. Kami pun banyak bercerita dan saling bertukar pikiran mengenai bangsa dan negara serta perkembangan kekinian.

***

OLEH karenanya, dari ke-3 kejadian ini dapat kita analisa bahwa ada sesuatu yang terjadi di negeri ini yang membuat mereka (Ulama) yang selama ini “cuek” dalam persoalan politik dan demokrasi, hingga harus turun tangan dan berjibaku dalam perpolitikan sedemikian rupa.

Komentar

BERITA LAINNYA