oleh

Ulama & Politik

KALAULAH dikatakan, reuni 212 itu tidak berbau politik, tidak juga. Karena faktanya, Panitia Reuni Akbar 212 memutarkan rekaman audio Habib Rizieq Shihab, Minggu (2/12). Suara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu diperdengarkan di hadapan massa yang memenuhi kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos

loading...

HABIS RIZIEQ dalam ceramahnya menyinggung beberapa hal. Antara lain kondisi ekonomi Indonesia yang menurutnya mulai lesu. Bahkan, Habib Rizieq mengatakan saat ini banyak rakyat Indonesia yang kelaparan dan kesulitan untuk bisa makan. “Sekarang makin banyak wong cilik yang kelaparan dan kekurangan gizi,” ujar dia dalam rekaman itu.

Karena itu Habib Rizeiq juga berpesan kepada peserta Reuni 212 agar terus berjuang melawan penindasan. Menurutnya, umat Islam tak boleh mendiamkan ketidakadilan. “Jangan menyerah, jangan diam, harus kita lawan,” tegas dia.

Dalam pesannya, dia menegaskan, para pendukung dan pengikutnya haram untuk memilih capres dan cawapres yang diusung partai penista agama. “Haram pilih capres dan cawapres yang diusung partai penista agama, takbir,” seru Habib Rizieq.

***

KITA abaikan soal bau politik di balik reuni 212 itu. Ada pelajaran yang patut dipetik yaitu, mampukah tokoh politik atau tokoh partai menghimpun massa yang datang dengan sukarela seperti itu? Biaya sendiri, keluar uang sendiri, semua ditanggung sendiri.

Komentar

BERITA LAINNYA