oleh

UAS = Untuk Anda Semua!

Seorang muslim tentu tak mau bahkan malu jika ada tokoh yang bersorban dalam penampilan keseharian, tapi tidak konsisten dalam sikap dan omongan. Ketika Pilpres 5 tahun silam menghujat sang lawan sedemikian tajam dan keras bahkan cenderung meghina. Tapi begitu Partainya berbalik memihak ke sang calon yang dihinanya dan dia masuk dalam lingkar kekuasaan, malah berbalik menghujat lawan yang dulu ia bela.

Orang yang berpenampilan seperti ini, bukan hanya memalukan diri sendiri, keluarga, dan kerabat, tapi juga memalukan umat. Sudahlah agar tak melebar, biarlah orang seperti ini dijadikan oknum umat saja. Bukankah di dalam umat yang banyak akan ada oknum penjilat, oknum yes men, serta banyak oknum-oknum yang lain.

***

SALAH satu contoh komentar UAS yang cukup menggelitik adalah soal fenomena azan yang diributkan. Apakah perlu pakai mikrofon atau tidak?

UAS hanya menyatakan bahwa kalimat dalam azan itu Panggilan Suci bagi umat Islam untuk menunaikan sholat. Jika ada umat muslim yang merasa terganggu dengan panggilan itu, berarti orang itu perlu di-rukyah. Dan, panggilan bersahut-sahutan dalam waktu yang sama tentu karena mayoritas umat di daerah itu muslim. Alangkah anehnya jika ada orang muslim yang terganggu dengan panggilan baginya sendiri?

Beberapa tahun silam saat akan menunaikan Sholat Zuhur di Masjid Raya Paris, Perancis, penulis tak menemukan mikrofon di masjid itu. Apa penulis merasa aneh? Protes? Tidak, maklum di Paris, yang memang mayoritas non Muslim.

Sudahlah, jika ada kaum muslim yang menolak seorang ustad berceramah, tampaknya juga perlu dirukyah.
Tapi, yang menolak banyak… Yah… rukyah massal…***

Komentar

BERITA LAINNYA