oleh

Tunggu Hasil Investigasi Pertamina, SPBU A Yani Pasrah

*Cecep: Kalau Ditutup, Jangan Sampai…
ANCAMAN ditutup atau tak boleh lagi beroperasi terhadap SPBU A Yani pasca kebakaran hebat akibat mobil ngerit belum lama ini, disikapi pasrah oleh pihak menajemen.

Kuasa SPBU, Suyitno als Cecep menyatakan apa yang nantinya diputuskan pihak Pertamina dari hasil investigasi yang sudah dilakukan pada Jumat sore (10/8), pihaknya akan menerima.

loading...

——————–

“TIM Pertamina sudah turun, mereka mengecek diantaranya mobil yang terbakar. Mengecek peralatan lapangan dan melihat korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit,” kata Cecep yang didampingi juga oleh pemilik SPBU, Heri.

Dari hasil investigasi menurutnya itulah nantinya keputusan yang akan diambil pihak Pertamina. “Apakah salah pihak kita atau bagaimana, sekarang ini kita sedang menunggu hasilnya. Pertamina sendiri sudah turun ke sini. Kita tidak bisa berkomentar lebih, karena ini merupakan kewenangan penuh Pertamina,” ujarnya.

Terkait apa nanti putusanya, tegasnya lagi, mereka pasrah. Mereka akan mengikuti seluruh keputusan Pertamina. “Kalau sampai ditutup, jangan sampai. Kami tidak ada melakukan kesalahan, tetapi ini semua karena musibah,” ucapnya.

Baginya tidak ada sedikitpun keinginan musibah seperti ini terjadi. Tetapi karena sudah terjadi menjadi pembelajaran yang besar bagi pihaknya. “Terkait dengan SOP dari Pertamina sudah diterapkan oleh pekerja di lapangan. Tetapi kali lagi, ini musibah,” sebutnya.

Disinggung ramainya aktivitas pengerit di SPBU tersebut dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab sangat sulit membedakan mana pengerit atau bukan. “Kalau mobil yang terbakar itu sendiri kita tidak tahu apakah itu pengerit atau bukan. Kami menyerahkan semuanya kepada tim investigasi Pertamina saja,” kilahnya.

Senada juga disampaikan oleh pemilik SPBU, Heri, pihak Pertamina yang akan memutuskan terkait nasib SPBU ke depanya. Sementara menyinggung soal adanya keinginan warga sekitar supaya Pertamina menutup SPBU tersebut dia ogah berkomentar. Lagi-lagi itu semua kembali kepada Pertamina. “Kalau saya ngomong nanti bisa salah, saya menyerahkan sepenuhnya pada Pertamina,” sebutnya.

Komentar

BERITA LAINNYA