oleh

Tiongkok Ubah Kebijakan Industri, Tantangan Berat Buat Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —
”SISTEM dan kebijakan industri yang dianut di Tiongkok selama ini menjadi masalah dasar pertingkaian dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Perusahaan besar AS di bidang industri teknologi tinggi dipaksa buka pabrik di Tiongkok.

Tak hanya itu, perusahaan tersebut wajib melakukan transfer teknologi ke mitra lokal negeri tirai bambu itu. Jadi tak heran apabila ada handphone “made in China” tapi rasa “Apple” Amerika. Kini Parlemen China (The National People’s Congress/NPC) akan merubah kebijakan itu. Bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ini menjadi tamparan sekaligus tantangan berat untuk bersaing ke depan.”

——————-

BARANGKALI Tiongkok sadar, bahwa akan ada saingan baru di dunia penyediaan material langka di dunia industri teknologi tinggi. Tiongkok sadar, tidak hanya Tiongkok yang bakal memiliki Rare Earth Element (REE) yang dibutuhkan dunia. Ada pulau Bangka dan Belitung memiliki cadangan jutaan ton mineral tanah jarang yang menjadi bahan bagi REE. Karenanya Tiongkok mengharuskan dirinya memperlonggar kebijakan di bidang industri di negaranya.

Persaingan dagang AS dan Tiongkok pada akhirnya memang menjadi pertikaian serius dan mempengaruhi ekonomi dunia. Banyak negara berharap pertikaian itu segera berakhir agar ekonomi dunia pulih. Tetapi tak sedikit pula berharap perselisihan dagang itu terus berlanjut agar memberikan peluang produk dari negara lain bisa diserap pasar negara pimpinan Donald Trump itu. Yang melakukan intip-intip cemas itu, salah satunya Indonesia. Tetapi tampaknya menuai keuntungan di air keruh itu tidak bakal berhasil. Keduluan Tiongkok sadar, bahwa pesaing baru menjadi ancaman serius bagi produk Tiongkok di negeri Paman Sam itu.

Komentar

BERITA LAINNYA