oleh

Timah Sunfo Dijual ke Joni dan Popo, Sunfo Ngaku Ilegal

SIDANG lanjutan bos timah asal Belinyu, Lie Sun Fo alias Sunfo, Selasa (25/9), kemarin, kian membuka tabir ulahnya. Mulai dari jual beli yang ilegal, hingga kepada siapa timah yang ia tampung itu dijual, juga menjadi terbuka.

———————–

loading...

JAKSA Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka serta majelis hakim mencecar bisnis ilegal timah Sunfo. Selain ditanyakan soal perizinan, asal timah, Sunfo juga diminta menjawab kepada siapa saja pasir timah ilegal yang ia tampung itu dijual.

Ary SH selaku JPU pengganti dalam sidang agenda pemeriksaan terdakwa pertama kali menanyakan mengapa Sunfo sampai menjadi terdakwa.

“Saudara Sun fo kenapa anda di sini menjadi terdakwa?” tanya JPU.
“Tidak ada surat menyurat izin gudang. Gudang itu untuk menyimpan timah,” kata Sunfo di persidangan yang mengenakan rompi tahanan.

Ia juga menuturkan, pasir timah itu dibeli dari tambang rakyat milik masyarakat yang diantar ke rumahnya. Ia mengaku sudah membeli 5-6 bulan yang dalam 1 hari mencapai 200 hingga 300 kg.

“Yang jual dari tambang bekas tambang lama, mereka tidak ada izin,” tukasnya.
Menurutnya, para penjual itu tahu ia membeli timah karena sebelumnya sempat menjadi pemain timah walau pernah berhenti. Timah yang dibeli dengan harga Rp 90 -100 ribu/kg ini kemudian dijual lagi dengan untung Rp 10-20 ribu tiap kg. “Dijual ada yang ambil ke rumah per tiga hari dengan kisaran 500 kg,” katanya.

Komentar

BERITA LAINNYA