oleh

Tim Terpadu Datangi Kantor Menteri Susi, Satgas KKP Siap Turun

GUNA mengatasi dan mengakomodir keluhan nelayan Bangka Selatan (Basel) khususnya — yang berhubungan dengan pukat dan Trawl termasuk compreng–, tim terpadu yang dibentuk oleh Gubernur Bangka Belitung ternyata terus berjuang.

———————-

loading...

BAHKAN, kabar terbaru, Selasa (8 Januari 2019) lalu, dengan dipimpin Ketua Tim terpadu, Dasminto (Kadis DKP Bangka Belitung), melakukan rapat koordinasi dan konsultasi langsung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta.

“Kami gerak cepat, sebagai wujud keseriusan dan upaya nyata dalam mengatasi permasalahan nelayan tentang alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” kata salah satu anggota tim yang juga Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono kepada Babel Pos, tadi malam.

Dalam koordinasi tersebut langsung dihadiri pihak Kementerian yakni Agus Suherman (Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan), Hamdan (Kasubdit Alat Tangkap Ikan), dan Eko Prasetyo (Kasi Standarisasi Alat Penangkapan Ikan). Sementara dari tim terpadu selain Dasminto dan Aris Sulistyono, juga hadir Sopiar (Kabid Perikanan Tangkap), Hidayat Amami (Kabid PSDKP), Abdul Haq (Kabid Perikanan Basel) dan Ipda Sugiyanto Penyidik Polairud Polda Babel.

Aris mengatakanm dalam kesempatan tersebut dilakukan 3 kali rapat. “Bahasan semua terkait dengan tuntutan para nelayan selama ini. Seperti soal keluhan kapal Compreng (Boko Ame) dan Trawl yang sedang marak menimbulkan pro dan kontra antar nelayan yang menimbulkan gejolak horizontal mengakibatkan meningkatnya gangguan Kamtibmas. Pembahasan kordinasi penyidikan perkara yang sedang ditangani oleh DKP berupa penangkapan 3 unit kapal Compreng (Boko Ame),” ungkap Aris.

Komentar

BERITA LAINNYA