oleh

Tim Gabungan Indonesia Ambil Sampel DNA Pelaku Bom Filipina

TIM Gabungan dari Indonesia sudah mengambil sampel DNA dari tubuh pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral, Jolo, Filipina. Hal itu dilakukan guna memastikan apakah pelaku tersebut benar warga negara Indonesia (WNI) seperti tuduhan pemerintah Rodrigo Duterte.

“Sampel DNA sudah diambil kemarin,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (13/2).

Dia menerangkan uji lab dari DNA yang sudah diambil itu berlangsung di Filipina. Hasilnya memerlukan waktu beberapa hari. “Tegantung lab forensik. Paling cepat 4-7 hari,” jelas Dedi.

Selain mengambil sampel DNA, Kepolisian Republik Indonesia yang tergabung dengan tim, kemarin juga diberikan akses untuk melihat langsung rekonstruksi kejadian perkara. Pra rekonstruksi dengan lima tersangka tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti bagaimana bom bunuh diri itu terjadi.

Namun kata dia, pra rekonstruksi berlangsung tidak di tempat kejadian perkara yang sebenarnya. “Tidak di Jolo, tapi dialihkan ke Kota Zamboanga. “Dengan TKP tetap digereja,” sambung Dedi.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menambahkan, alasan pra rekonstruksi berlangsung tidak di TKP sebenarnya, karena wilayah Jolo pun masih rawan. “Tidak bisa di sana rawan. Orang asing dihindari ke situ. Kelompok mereka (radikal di sana,” kata Syahar. (Desyinta Nuraini/JP)

Komentar

BERITA LAINNYA