oleh

Tiket Pesawat Turun? Faktanya Masih Tinggi

*Bahar: UMKM Ikut Kena
MESKI tiket pesawat dikatakan sudah turun 20% khususnya oleh Garuda Grup — Garuda, Citilink, Sriwijaya, & NAM Air–, namun kenyataannya masih terasa tetap tinggi dibanding sebelumnya. Para senator termasuk dari Bangka Belitung (Babel), menyatakan keadaan ini jika tidak cepat diatasi akan berdampak pada ketahanan ekonomi Bangsa.

———————-

”SEKTOR UMKM terkena dampak ikutan karena berbagai produknya jarang dibeli, baik melalui kunjungan wisatawan maupun dalam bentuk pesanan yang menggunakan kargo udara. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat membahayakan ketahanan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Senator asal Babel, Bahar Buasan kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Babel Grup, kemarin.

Dikatakan Bahar, tak hanya dampak kenaikan harga tiket pesawat yang berdampak pada dunia pariwisata. Menurutnya, kenaikan harga tiket yang hampir berbarengan dengan penerapan bagasi berbayar, tidak hanya menurunkan kunjungan wisatawan di dalam negeri, tapi juga berdampak pada UMKM.

Untuk itu, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mendesak Otoritas Bandara mengawasi harga tiket pesawat dalam negeri. Dampaknya tidak hanya pada okupansi hotel dan pariwisata di daerah, tapi juga pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Soal harga tiket mahal dan bagasi berbayar ini menurutnya menjadi salah satu rekomendasi DPD RI terkait pelaksanaan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berdampak pada okupansi hotel dan menurunkan pariwisata di daerah, tegas Anna Latuconsina, Senator utusan Maluku dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Komentar

BERITA LAINNYA