oleh

Terungkap Fakta Baru Kasus Bom Bunuh Diri di Kartasura

Dia menjelaskan, hingga saat ini bagaimana sentuhan mereka dengan ideologi terorisme masih didalami. Selama ini diketahui ada dua metode terpapar paham terorisme, melalui amir kelompok teroris atau anggotanya dan melalui media sosial. ”Mungkin bila melihat cara belajar bikin bom, bisa juga terpapar dari internet paham radikalnya,” terangnya.

Yang pasti, ketiganya memiliki tempat tinggal yang sama di Sukoharjo. Kemungkinan mereka bersamaan memiliki pemahaman tersebut. ”Mereka bukan mantan kombatan lho,” terang polisi dengan tiga melati di pundaknya tersebut.

loading...

Menurutnya, saat ini sedang dikembangkan, apakah ada pihak lain yang juga terlibat dalam kasus bom bunuh diri tersebut. ”Masih dikembangkan lagi, mungkin ada yang lain,” terangnya lalu menyebut Densus masih terus bekerja.

Sebelumnya, Rofik Asharudin melakukan aksi laknat bom bunuh diri di pos pantau di tugu pertigaan kartasura, Sukoharjo. Dalam kejadian itu Rofik masih selamat dengan luka bakar skala berat. Bom yang mereka rakit hasil belajar dari youtube tergolong low explosive. (idr)

Komentar

BERITA LAINNYA