oleh

Tersangka Tipikor Pipa Mulai Cicil Kerugian Negara

*Kemarin Rp. 1,3 Miliar, Hari ini Rp. 600 Juta
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Asistent tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Aspidsus Kejati Babel), menuai prestasi. Pihak tersangka dalam kasus korupsi proyek instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi Kolong Merawang, di kabupaten Bangka milik satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Kementrian Pekerjaan Umum mulai mencicil pengembalian kerugian negara.

Pembayaran cicilan tersebut berlangsung secara cash di ruang penyidikan lantai 2 gedung Aspidsus. Dalam pantauan wartawan, pengembalian kemarin berlangsung aman dan lancar.

loading...

Total pengembalian sebesar Rp 1,3 milyar dari total kerugian negara Rp 1,9 milyar. Sementara sisanya yakni sebesar Rp 600 juta akan dilakukan hari ini. “Kita sudah mulai mengembalikan kerugian negara seperti yang sudah kita janjikan di awal lalu. Pihak kita komitmen untuk melaksanakannya serta terus kooperatif,” kata penasehat hukum, Benny Joesoep.

Dalam pengembalian tersebut dihadiri langsung oleh 2 orang tersangka, yakni Mulyanto (PPK) dan Pepen (PT Ryan Makmur) serta tim pengacara. Tidak ada pernyataan dari pihak tersangka, namun menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasehat hukum. “Terkait dengan proses hukum selanjutnya, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandas Benny.

Sementara itu, Aspidsus Eddi Ermawan melalui kasi penyidikan Wilman Ernaldy belum memberikan pernyataan detil. Pihaknya hanya akui adanya pengembalian tersebut. “Betul ada pengembalian kerugian negara. Dari total kerugan negara Rp 1,9 milyar baru dibayar Rp 1,3, nanti sisanya akan dibayar esok (hari ini.red),” ungkap Wilman.

Awal iktikad pengembalian kerugian negara sebelumnya telah disampaikan langsung oleh penasehat hukum Boby Sembiring kepada harian ini usai pemeriksaan 4 tersangka beberapa waktu lalu. Masing Abdul Roni (KPA), Mulyanto (PPK) dan 2 kontraktor Yudas alias Aloy dan Pepen. “Pada intinya klien kita sudah memiliki itikad baik memberikan pengembalian kerugian negara. Terkait dengan pelaksanaan penyerahan kapan nanti diatur lagi teknisnya,” kata Boby Sembiring.

Komentar

BERITA LAINNYA