oleh

Terkuak, Teganya RSBT

*SMSI Sudah Siapkan Biaya ke RS Bhakti Wara
*Agus: Kita Bawa Kasus ini ke Polda
*Syahril: PT Timah Semestinya Tegur RSBT, Bukan Membela

KENAPA keluarga Rahayu (18) demikian kecewa dan sampai bersumpah takkan mau berobat ke Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) lagi? Ternyata dari pengungkapan pengacara keluarga, Agus Hendrayadi, kemarin terkuak bagaimana teganya pihak rumah sakit milik perusahaan plat merah itu menolak mereka.

loading...

——————-

AGUS menegaskan, menolak pasien yang sedang dalam keadaan gawat darurat adalah pidana. Dimana gawat daruratnya?

“Kami akan melaporkan kepada pihak kepolisian terhadap kasus penolakan pasien Rahayu. Hal ini dilakukan untuk memberikan sok terapi bagi setiap rumah sakit, jangan sampai kasus penolakan pasien terjadi kembali. Besok (hari ini,red) kami akan ke Polda Babel untuk melaporkan kasus penolakan pasien Rahayu yang dilakukan oleh Pihak RSBT tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Babel juga ikut menyelidiki kasus yang kronologisnya terkesan sengaja disembunyikan oleh RSBT tersebut. Ketua BPRS Babel, dr Andri Sugito juga bahkan baru memahami bahwa pasien Rahayu, saat di RSBT telah mengalami pendarahan, bahkan pendarahan sudah terjadi di dalam mobil saat proses membawa dari rumah ke RSBT. Sempat memasuki UGD Umum RSBT, namun tidak ditangani lalu disuruh menuju UGD Kebidanan.

Komentar

BERITA LAINNYA