oleh

Terdakwa Mamin Basel Bakal ‘Nyanyi’

Kemudian Yusuf me-mark up SPJ/membuat SPJ fiktif pada belanja makanan dan menuman tersebut dengan menyiapkan dokumen SPJ berupa: order/surat pesanan, nota toko, kwitansi pembayaran, berita acara pemeriksaan barang, berita acara serah terima barang, surat permintaan pembayaran, nota dinas persetujuan pembayaran dan surat perintah membayar.

Pihak JPU menilai kalau perbuatan para terdakwa secara bersama-sama menyebabkan pengeluaran dan penggunaan sejumlah uang tidak sesuai peruntukan sebagaimana dalam DPA.

loading...

“Untuk mempertanggungjawabkan uang tersebut, atas perintah terdakwa Suwandi, maka terdakwa Yusuf membuat SPJ fiktif dan mark up yang mana perbuatan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan dan bertentangan dengan hukum serta telah merugikan keuangan negara,” seperti dalam dakwaan.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyimpulkan terjadinya penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1.683.570.735.

Hitungan tersebut diperoleh sebagai berikut: Jumlah pertanggungjawaban belanja makanan dan minuman atas kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran dan peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah dan wakil kepala daerah sebesar Rp 2.342.417.135 dikurangi nilai pertanggungjawaban seharusnya Rp 658.846.400. Sehingga diperoleh nilai kerugian negara Rp 1.683.570.735.

Komentar

BERITA LAINNYA