oleh

Tebu di Bibir Nan Merah…

BICARA politik jangan berkata moral, karena sesungguhnya kita tengah mengambil kekuasaan. Demikian diungkapkan Machiavelli.

Oleh: Syahril Sahidir – General Manager Babel Pos

loading...

LORD ACTON menegaskan, politik tetaplah politik. Dalam politik tidak mengenal kebenaran yang benar dan kesalahan yang salah. Semuanya perlu ‘diperjuangkan’ agar yang benar menjadi benar, dan kesalahan bisa ‘disiasati’ supaya ‘dibenarkan.’

Seorang pemimpin atau calon pemimpin tidak perlu menjelek-jelekkan pemimpin sebelumnya atau pemimpin lain, karena jika itu ia lakukan berarti ia sudah menampar muka sendiri. Rakyat tak perlu diajarkan untuk menilai pemimpin yang lalu atau yang sekarang ini berhasil atau gagal, karena terkuak atau tidak, terucap ataupun tidak, rakyat sudah punya nilai tersendiri. Rakyat sudah merasakan atau sudah menikmati kepemimpinannya, dan rakyat tentu punya nilai atas apa yang telah ia rasakan atau nikmati itu.

Kepemimpinan yang dinilai rakyat bagus adalah inspirasi bagi calon pemimpin berikutnya, dan kondisi serta masalah yang dihadapi rakyat itu adalah untuk mendewasakan calon pemimpinnya. Dan, kepada para pemimpin yang merasa telah berhasil, jangan pula membusung dada, karena rakyat tahu di tengah keberhasilan yang diagung-agungkan, banyak juga celah dan kekotoran yang sesungguhnya rakyat tahu….

***

SEORANG pria yang tampak kumuh duduk di baris pertama dan mencemooh Walikota yang tengah pidato panjang. Akhirnya walikota menunjuk ke pria tersebut dan berkata, “Dibandingkan dengan saya, silahkan Anda berdiri dan mengatakan kepada para hadirin apa yang pernah Anda lakukan untuk kebaikan kota ini?”

Komentar

BERITA LAINNYA