oleh

Tambang Ilegal, Rawan Pungli

Babelpos.co /BELINYU – Hampir sebagian keberadaan lokasi kegiatan pertambangan timah yang ada di Kabupaten Bangka ada di Kecamatan Belinyu. Dan hampir mencapai 70 persen penduduk di Kecamatan Belinyu berprofesi dan menggantungkan hidupnya di sektor pertambangan hingga sekarang.

Keberadaan kegiatan pertambangan tersebut dilakukan oleh masyarakat secara ilegal, hal tersebut disebabkan, karena masyarakat tidak mau mengurus perizinan pertambangan. “Sekitar 50 persen kegiatan penambangan di Belinyu bisa dikatakan ilegal, kenapa saya katakan demikian, karena lokasi penambangan yang masih tersisa saat ini di Belinyu yang potensi ada di kawasan terlarang, seperti hutan lindung pantai, hutan lindung dan hutan produksi kalau kita mau jujur,” demikian dikatakan Tokoh Masyarakat Belinyu, Ilham kepada Babelpos, kemarin (9/11).

loading...

Menurut Ilham, bukan jadi rahasia umum lagi, bagi berbagai pihak terkait, seperti penambangan di kawasan Perimping, Tanjung Batu, Penusuk, Simping dan sekitarnya jelas kawasan terlarang dan hingga sekarang masih terus beraktivitas.

Dikatakan Ilham, keberadaan aktivitas tambang ilegal tersebut, bisa terus beraktivitas karena ada kerjasama dengan semua elemen yang mengedepankan pungutan liar (Pungli). “Maka saya katakan potensi adanya pungli akan terjadi dengan adanya dari aktifitas penambangan ilegal tersebut,” ujar Ilham.

“Karena ada dugaan semua praktek ilegal, baik itu penambangan dan lainnya bisa terlaksana karena ada setoran untuk pihak tertentu. Dan ini jelas masuk dugaan adanya dari praktek pungli,” pungkasnya. (joi)

Komentar

BERITA LAINNYA