oleh

Sunfo Dituntut Hanya 3 Bulan?

*Juga Denda Hanya Rp 2 Juta, Padahal Sempat Jadi Buronan
*Joni dan Popo Masih Bebas Melenggang

TERNYATA, nasib hukum terdakwa Sunfo (44) atas kasus kepemilikan timah ilegal sebesar 1,4 ton tanpa izin itu masih terbilang baik juga. Soalnya, bos timah asal Belinyu yang sempat jadi buronan dan mengaku membeli timah tanpa izin itu hanya dituntut 3 bulan saja oleh Jaksa Penuntut Umum Pengganti (JPUP) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Fitri.

loading...

—————-

TUNTUTAN itu dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (2/10/2018), kemarin.
Tuntutan terhadap terdakwa Sunfo yang pernah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) 9 bulan itu terbilang sangat rendah bila dibandingkan dengan para terdakwa pemain timah kecil dan tidak DPO.

Pantauan, Babel Pos, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Oloan Hutabarat didampingi anggota Jonson Parancis dan Benny, JPUP menyatakan Sunfo dinyatakan bersalah atas kepemilikan timah ilegal dan melanggar pasal 161 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Minerba.

Terdakwa dinyatakan bersalah karena menampung timah ilegal tanpa izin sehingga dituntut hukuman penjara. Dalam hal ini, JPUP menuntut Sunfo 3 bulan penjara, denda Rp 2 juta subsider 2 bulan penjara dipotong masa tahanan. Sunfo diwajibkan untuk kembali ditahan yang selama ini ia mendekam di Rumah tahanan Lapas Bukit Semut Sungailiat.

Selain itu, untuk barang bukti pasir timah disita oleh negara, sedangkan barang bukti berupa timbangan duduk disita untuk dimusnahkan. Sunfo diminta menanggung biaya perkara dan membayarnya ke negara sebesar Rp 5 ribu.

Menanggapi tuntutan ini, Sunfo dengan segera berdiri menyatakan menerima. Ia kepada majelis hakim meminta hukuman seringan-ringannya karena masih memiliki tanggungan keluarga dan menyesali perbuatannya. Sidang yang berjalan singkat ini kemudian oleh Majelis Hakim ditunda Selasa pekan depan.

Komentar

BERITA LAINNYA