oleh

SPBU A Yani Bisa Tutup?

*Deni: Jika Terbukti Melanggar, Kita Beri Saksi Berat
KEBAKARAN mobil kijang Grand pengerit BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24 331 102, Jalan Ahmad Yani, bukan yang pertama, Dua tahun lalu, sebuah motor pengerit juga terbakar ludes.

—————–

loading...

BAGAIMANA reaksi Pertamina?
”Sedang kita investigasi,” demikian dikemukakan Sales Representatif Depo Pertamina Pangkalbalam, Deni Nugrahanto, kemarin. Pertamina sedang melakukan investigasi penyebab sampai terjadi kebakaran. Dugaan sementara menurutnya adanya kelalaian dan SOP yang tak diterapkan secara disiplin. “Kita lebih melihat dalam teknis penyebabnya apa itu. Kondisi yang menyebabkan adanya percikan api itu apa,” kata Deni.

BACA: SPBU ‘Ngaku’ Kecolongan, Ah Apa Iya?

Bilamana sampai terbukti adanya pelanggaran seperti mengisi yang tidak sesuai peruntukan, dipastikan sanksi berat menanti. Yakni berupa penutupan SPBU yang sudah dilakukan Pertamina selama ini. “Misalnya mengisi ke tangki yang sifatnya modif kita akan tegas. Itu merupakan pengisian tangki yang tidak wajar,” ungkapnya.

BACA: [Video] SPBU A Yani Pasar Pagi Terbakar

Begitu juga dengan hasil pemeriksaan kepolisian. Dan tidak hanya untuk SPBU ini saja, tetapi juga kepada SPBU yang lainya. Sudah ada beberapa SPBU yang ditutup karena melanggar aturan yang ditetapkan Pertamina.

Terkait dengan pelaksanaan investigasi di lapangan nantinya, pihaknya akan menurunkan tim ahli langsung dari Pertamina. Maka dari itu menurutnya sampai saat ini SPBU tersebut belum boleh beroperasi. “Tim khusus nantinya yang akan turun menelitinya sekitar satu atau dua hari ke depan. Mereka akan melihat dimana kondisi tidak safety dimana,” ujar Deni.

Terkait lamanya tim turun menurutnya tidak menjadi masalah. Sebab tim yang akan turun tidak seperti Kepolisian yang berpacu dengan waktu dan takut kehilangan barang bukti. “Kita bukan bicara barang bukti, itu kepolisian. Kita melihat tindakan tidak safety dimana. Ini yang akan kita kejar untuk ke depanya harus bagaimana,” sebutnya.

Komentar

BERITA LAINNYA