oleh

Sorot Tajam Kasus Sunfo

*Dituntut Dengan Vonis dan Denda Ringan
*Taufik: Semoga Majelis Belajar dari Kasus Pupuk

TUNTUTAN untuk bos timah Belinyu, Bangka, Sunfo, yang hanya 3 bulan penjara dan denda Rp 2 juta, mulai disorot tajam oleh para praktisi hukum dan publik pemerhati tindak pidana korupsi (Tipikor) Bangka Belitung (Babel). Bahkan Ketua Peradi Babel mengaku prihatian dengan kenyataan tersebut.

loading...

———————

KETUA Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Babel, Taufik Koriyanto mengaku prihatin atas tuntutan hukum yang dimainkan aparat penegak hukum itu. Dalam kasus Sunfo menurutnya jaksa terlalu nekad untuk terang-terangan berpihak kepada pemilik modal besar.

“Sunfo dalam pemberitaan yang saya ikuti tidak kooperatif selama proses hukum berjalan. Dimana dia sempat melarikan diri dan menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang), pertimbangan hukum dalam penuntutan semestinya harus adil dan tegas dalam hal ini,” kata Taufik kepada Babel Pos, kemarin.

Sedari awal kasus dilimpahkan, dikatakan Taufik, Kejaksaan telah berani menampakkan ketidaktegasanya itu. Dimana dengan beraninya tidak melakukan penahanan sel seperti yang dilakukan majelis hakim. “Tentu jadi pertanyaan kritis masyarakat, tidak ditahan lalu menuntut ringan seperti itu kok bisa. Artinya tidak ada sebuah proses hukuman yang tegas dan adil yang diperankan oleh jaksa selaku institusi hukum dalam hal ini penuntut,” ujarnya.

“Pertanyaanya, dimana peran jaksa dalam tuntutan, nampaknya cuma seremonial saja di persidangan. Esensi hukum dalam penegakan hukum kasus ini tidak ada. Yang ada justeru citra Kejaksaan kian turun di mata masyarakat,” sindirnya.

Komentar

BERITA LAINNYA