oleh

Soal Wabup, PDIP Belum Bersikap

MUNTOK – PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Barat (Babar) belum menyatakan sikap terkait posisi Wakil Bupati yang nantinya kosong ditinggalkan Markus yang tidak lama lagi naik menjadi Bupati.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Babar H Badri Syamsu mengatakan kalau hal itu merupakan keputusan DPP. Sebagai kader partai semua tunduk apa pun keputusan partai dan harus dijalankan. Di PDIP sendiri banyak kader yang potensial. PDIP merupakan partai pengusung pada Pilkada 2015 lalu yang berhasil mengantarkan H Parhan Ali sebagai kader PDIP menjadi Bupati dan Markus saat itu Ketua Hanura Babar menjadi Wakil Bupati masa bakti 2016-2021.

loading...

Masih dikatakannya, partai pengusung pada saat itu ada tiga yakni PDIP, Hanura dan PAN sehingga harus duduk bersama dalam menentukan Wabup nanti.”Semua ini karena aturan ada undang-undangnya dalam menentukan Wabup, kita jalani saja aturannya, termasuk pengusulan Markus menjadi Bupati juga karena aturan setelah Bupati wafat harus diusulkan Wabup menjadi Bupati dan 14 hari setelah diusulkan maka Mendagri akan mengeluarkan SK pengangkatan menjadi Bupati,”ujar politisi asal Kecamatan Kelapa yang juga Wakil Ketua I DPRD Babar ini.

Mengenai posisi Markus apakah merupakan kader PDIP, Badri membantahnya karena sampai saat ini DPC PDIP Babar belum pernah mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) untuk Markus.”Kami belum ada tandatangan KTA atas nama Markus, ya kalau belum ada KTA berarti bukan kader,”ungkapnya.

Komentar

BERITA LAINNYA