oleh

Soal PJU Jembatan Baturusa, Kejati Diminta Turun Tangan

INDIKASI bermasalahnya proyek jembatan Baturusa khususnya Penerangan Jalan Umum (JPU) bertenaga surya (solar cell), harus disikapi oleh pihak Kejaksaan Tingg (Kejati) Bangka Belitung (Babel). Ini penting, agar proyek yang masih dalam pemeliharaan itu dapat bermanfaat maksimal bagi masyarakat.

————————-

loading...

KETUA Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Babel, Taufik Koriyanto, menilai tanggung jawab penegak hukum tidak boleh hanya sebatas pada tataran formal, melainkan ada moral dan tanggung jawab sosial kemanfaatan proyek dimaksud. ”Dimana keberadaan proyek jembatan dan PJU tersebut harus mampu memberikan rasa nyaman dan solutif bagi masyarakat.

”Kita kaget, proyeknya baru saja selesai dan dananya besar,” kata Taufik.
Taufik yang juga warga Desa Kimak, Bangka, mengaku merasa bertanggung jawab dan miliki beban sosial dan moral atas keberadaan jembatan yang gelap gulita itu. Apalagi sebagai warga Bangka dirinya kerap mondar mandir di jalan tersebut. “Saya merasa keberadaan jembatan yang gelap gulita itu telah menyusahkan masyarakat. Padahal uang masyarakat tersedot ke situ tidak sedikit. Proyek ini didampingi juga oleh Kejaksaan, itu sebabnya kita berharap Kejati turun tangan,” tukasnya.

Taufik berharap pihak Kejati turun langsung ke atas jembatan tersebut melihat langsung kondisi PJU. Desakan tersebut menurutnya jangan sampai dianggap sebelah mata sebelum jalanan gelap itu menimbulkan berbagai macam persoalan besar bagi masyarakat.

Komentar

BERITA LAINNYA