oleh

Soal Aksi Warga Tuatunu Tolak RTH, Molen: Silahkan Menolak tapi Hargai Proses Hukum

PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil menanggapi aksi masyarakat Kelurahan Tuatunu, Kecamatan Gerunggang yang menolak Ruang Terbuka Hijau (RTH) hanya difokuskan di Tuatunu. Menurutnya, tuntutan masyarakat tersebut sah-sah saja. Walaupun sebagai orang yang bertanggungjawab dengan Kota Pangkalpinang, Wali Kota belum berani mengambil keputusan terkait permasalahan tersebut.

“Selagi belum ada keputusan inkrah dari kepolisian, kami belum bisa mengambil kebijakan, takut salah. Silahkan mereka menuntut, tapi kita harus tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Kalau keputusan hukum belum ada, kita juga tidak berani. Kalau keputusan kepolisian sudah fix, final, kita hormati itu,” tegas Maulan kepada Babel Pos, Rabu (10/4).

loading...

Secara pribadi, Maulan yang akrab disapa Molen ini memang berharap lahan tersebut bisa diperuntukkan untuk masyarakat Tuatunu. Namun, kembali ditegaskannya, asalkan sesuai dengan aturan.

“Ya harapan saya pribadi, saya ingin, kalau memang hak mereka dan sesuai aturan untuk mereka, malah senang saya, untuk rakyat ku nian. Saya tidak punya kepentingan, karena sejengkal tanah pun di sana saya tidak punya, memang baiknya lahan itu diperuntukkan untuk masyarakat, tapi kita harus menghormati proses hukum,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Suparlan Dulaspar menegaskan bahwa kawasan RTH di hutan kota Tuatunu sudah masuk dalam rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan sejak 2012 silam. Masyarakat pun tak ada alasan untuk menolak keberadaan RTH tersebut.

Komentar

BERITA LAINNYA